Kenapa Satu Menit 60 Detik, Bukan 100 Detik?

Kenapa Satu Menit 60 Detik, Bukan 100 Detik?

Pernahkah terlintas dibenak kalian mengapa satu menit 60 detik? Kenapa nggak 100 detik?
Pada mulanya perhitungan tersebut bermula dari bangsa babilonia, nah siapakah bangsa babilonia ini?
Babilonia (1696 – 1654 SM) atau Babel dinamai sesuai dengan ibukotanya, Babilon, adalah negara kuno yang terletak di selatan Mesopotamia (sekarang Irak), di wilayah Sumeriadan Akkadia. Babel pertama disebut dalam sebuah tablet dari masa pemerintahan Sargon dari Akkadia, dari abad ke-23 SM.
Image result for bangsa babilonia
Babilonia berkembang menjadi sebuah kerajaan besar pada masa Hammurabi (1696 - 1654 sebelum Masehi), yang area kekuasannya meliputi daerah kerajaan Akkadia pada masa sebelumnya.
Mereka menciptakan perhitungan 60 detik karena angka 60 dapat dibagi oleh lebih banyak angka dibandingkan dengan 100, yaitu bisa dibagi dengan angka 1, 2, 3, 4, 5, 6. Oleh karena itu kita bisa dengan mudah menjawab pertanyaan 'sekarang jam berapa sekarang?' kita bisa jawab setengah jam, seperempat jam, sepertiga jam, hinga sepuluh menit. Sedangan 100 secara bulat hanya bisa dibagi dengan angka 2, 4, 5 dan 10, tapi kenapa 1 hari 24 jam, bukan 60 jam?
Mudah saja. Karena bangsa babilonia menggunakan basis angka 12  tentu saja karena alasan angka tersebut bisa dibagi dengan banyak angka, angka 12 dari bangsa babilonia adalah angka 10 bagi kita sekarang oleh karena itu mereka mendifinisasikan waktu berdasarkan perhitungan tersebut, contohnya mereka menghitung bagian waktu antara matahari terbit dan terbenam menjadi 12 bagian yang kemudian menjadi 1 hari adalah 24 jam. Itulah hal yang menjadi acuan perhitungan waktu sekarang berdasarkan basis angka  kelipatan12 dari bangsa babilonia termasuk alasan kenapa satu menit itu 60 detik. Tentu saja pernah ada usulan untuk membagi waktu sehari dengan waktu 10 jam, 100 menit, 100 detik berdasarkan bilangan desimal. Bangsa perancis lah yang mempunyai gagasan tersebut pada tahun 1794 namun tentu saja usulan tersebut ditolak dengan alasan Sulit dibagi dan orang pada waktu itu sudah terbiasa dengan perhitungan awal dari bangsa babilonia


Sekali lagi kita harus berterima kasih kepada bangsa babilonia maupun peradapan kuno lainya atas perhitungan waktu yang mudah dibagi dan  dipahami ini.

Posting Komentar

0 Komentar