5 Filosofi Anak Kost, Semua Anak Kos Pasti Pernah Meraskannya!

nasib anak kosan


Hidup jadi anak kos itu susah, berat, kamu ga akan kuat. Anak kos itu harus tau cara bertahan hidup sampai akhir bulan layaknya menekan tombol Survival mode on. Kebanyakan berprinsip sederhana yaitu ‘Hemat’. Makan seadanya, Apapun lauknya gamasalah yang penting nasinya banyak. Makan enak juga pas hajatan doank , cuma modal batik & amplop kosong eh bisa kenyang. Anak kos itu punya filosofi begini: 


5 Filosofi anak kostan

1. Buatlah hidup semudah mungkin

Anak kost tidak suka membuat hidup semakin ribet. Mereka suka memikirkan bagaimana caranya agar hidup lebih mudah dan simpel. Buktinya saja satu kaos kaki buat gantian gamasalah dan mandi juga seperlunya, sesimple mungkin deh.



2. Jadilah orang kreatif

Anak kost-kostan itu sebenarnya sangat kreatif lho. Mampu mengandalkan sesuatu yang tadinya tidak berguna jadi berguna. Contohnya saja rice cooker dijadikan tempat untuk menyeduh mie instan dan bikin gelas dari botol aqua.


3. Jangan boros

Jika punya uang Rp 10 ribu, mau tak mau mereka harus mencari cara bagaimana caranya makan dengan uang segitu. Salah satu trik untuk mengakalinya adalah jalinlah ikatan batin dengan pemilik warteg atau pergi ke acara kondangan bermodal batik + amplop kosong.

4. Tak bergantung pada orang tua

Suatu saat nanti hidup itu harus bisa mandiri, tidak melulu bergantung pada orang tua. Itulah prinsip yang dipegang anak kostan untuk menyemangati hidupnya. Ngekost adalah bekal penting untuk masa depan yang mandiri.



5. Mandiri

Jauh dari orang tua membuat anak kostan belajar untuk mengatasi masalah sendiri. Misalnya saat sakit, harus pergi berobat sendiri, berbeda jika di rumah, pasti akan diurus oleh orang tua. 

Nah itu tuh diatas, mana yang kamu banget?? Kalau ane ya jelas semuanya, terutama menjalin ikatan batin kepada pemilik warteg (syukur kalau yang punya warung cantik­čśä)



Posting Komentar

0 Komentar