Apa yang Dimaksud dengan Kereta MRT, Apa Bedanya dengan Kereta Biasa?

Kota metropolitan yang sangat sibuk membutuhkan moda transportasi yang memadai. MRT menjadi salah satu solusi untuk moda transportasi terintegrasi untuk mengatasi masalah klasik metropolitan, yaitu kemacetan. Dengan adanya MRT, maka masyarakat bisa menggunakan moda transportasi massal yang cepat, tepat waktu, dan aman
.
MRT tidak dapat berdiri sendiri. Biasanya MRT akan dikombinasikan dengan BRT (Bus Rapid Transit), dimana BRT yang dapat mengantarkan penumpang hingga ke halte terdekat dari tujuan si penumpang tersebut. Kabarnya, MRT akan hadir di Jakarta mulai Maret 2019.

Lantas apa sih yang dimaksud dengan MRT?

MRT kependekan dari Mass Rapid Transit. MRT menggunakan moda kereta di atas rel listrik. MRT dapat mengantarkan banyak orang sekaligus (angkutan masal) ke berbagai destinasi dengan cepat dan terjadwal.

Sistem MRT sendiri dikendalikan oleh komputerisasi. Hal ini dilakukan agar MRT dapat melayani orang sebanyak dan secepat mungkin dengan tepat waktu. MRT dikontrol oleh ATC (Automatic Train Control) dan ATP (Automatic Train Protection).

Rel MRT sendiri biasanya dibangun di bawah tanah supaya tidak mengganggu kesibukan kota dan dapat beroperasi tanpa adanya hampatan. Tentu hal ini sangat cocok diwujudkan di Kota Jakarta yang nyaris tidak ada lahan ditambah angka kemacetan yang luar biasa. Bisa dibilang MRT sangat bisa diandalkan di kota metropolis yang sibuk.



MRT Jakarta sendiri dijadwalkan akan beroperasi pada Maret 2019 dengan nama Ratangga, nama tersebut diberikan oleh Gubernur Jakarta, Anies Baswedan. MRT Jakarta menggunakan rel bawah tanah dan jalan layang dengan panjang total 110,8 Kilometer.

Posting Komentar

0 Komentar