-->

Ini Manfaat dan Resiko yang Kamu Terima Jika Tidak Sarapan

Mungkin sarapan untuk beberapa orang sangat sulit, apalagi orang-orang yang termasuk super workaholic. Jadwalnya dipenuhi meeting, meeting dan meeting hingga waktu sarapannya terbuang.

Apakah kamu termasuk orang yang tak sempat sarapan? Jika iya, ada baiknya kamu membaca artikel di bawah ini tentang bahaya dan manfaat sarapan. 

Manfaat dan resiko jika tidak sarapan


Apa jadinya kalau tidak sarapan?

1. Saat perut kosong karena tak sarapan tubuh tidak akan menghasilkan energi yang dibutuhkan untuk efisiensi di pagi hari. Sehingga pada saat jam 10-11 siang akan timbul kelelahan dan kelaparan yang mengganggu kerja.

2. Seseorang yang melewatkan sarapan memiliki kesulitan dalam berkonsentrasi, khususnya di jam-jam sebelum makan siang.

3. Seseorang yang tidak sarapan, membuat asupan energi yang dibutuhkan oleh tubuh diambil dari glukosa darah. Ini menyebabkan kadarnya akan menjadi berkurang, yang mengakibatkan kesehatan dan keseimbangan tubuh terganggu.

4. Akibat nyata tidak sarapan badan menjadi lemas, kepala pusing, mengantuk, letih dan lesu, serta berpengaruh pada daya konsentrasi dalam berpikir dan bekerja.

Baca juga: Ternyata Manfaat Manggis Benar-benar Nyata, Bukan Sekadar 'Iklan'

Lalu apa manfaatnya sarapan?


1. Sarapan yang sehat dapat memberikan kontribusi untuk penurunan berat badan, meningkatkan memori dan konsentrasi, serta meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

2. Sarapan yang bergizi dan penuh akan vitamin dapat membantu meningkatkan konsentrasi dan meningkatkan daya kerja.

3. Sarapan meningkatkan kekuatan dan ketahanan stamina saat beraktifitas, menurunkan kadar kolesterol, meningkatkan konsentrasi dan kemampuan menyelesaikan masalah.

4. Sarapan membuat koordinasi yang baik antar panca indera, mengontrol berat badan, mengurangi kelelahan dan mengantuk saat beraktifitas.

Teruntuk kamu yang super sibuk, sempatkanlah sarapan, atau paling tidak perutmu tak boleh kosong. Sekali-kali perhatikanlah kebahagian dan kesehatan diri sendiri.
LihatTutupKomentar