Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 2, Mulia atau Sengsara?

CASHDIK.COM - Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang 'Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 1, Mulia atau Sengsara?', jika kamu belum membacanya, silahkan klik link di atas. Karena ini adalah lanjutan (part 2) dari artikel tersebut.

Oke, pengalaman saya sebagai pegawai Alfamart. Untuk masalah gaji pramuniaga dan pegawai biasa lainnya adalah setara dengan UMK kantor pusat. Misalnya kamu bekerja di toko Alfamart Solo tapi kantor pusatnya adalah Jogja, maka kamu mendapatkan UMK Jogja, bukan Solo. 

Pengalaman bekerja sebagai pegawai alfamart


Dengan gaji sekian sebenarnya sudah cukup apabila gaji kamu tidak dipotong untuk mengganti barang hilang, minus uang kasir, atau hal lainnya. Seperti yang sudah saya jabarkan di part 1. Jika gaji kamu selalu dipotong untuk keperluan toko, alhasil gajimu tidak akan cukup. 

Untuk mengakali hal ini, ada juga karyawan Alfamart yang nakal. Nakal di sini adalah mencurangi barang toko, bukan konsumen, yah walaupun ada juga yang melakukannya.

Cara pegawai nakal ini adalah 'memanualkan' barang toko yang dijual kepada konsumen. Misalnya seorang konsumen membeli 1 bungkus rokok, rokok tersebut tidak di scan dan masuk ke sistem aplikasi, melainkan dihitung dengan cara manual. Uang ini otomatis akan masuk ke kantong si pegawai tersebut. Itu baru rokok yang murah, bagaiamana kalau susu yang mahal dan itu dilakukan hampir setiap hari? 


Dampaknya baru akan dirasakan semua pegawai toko tersebut di waktu SO (Stock Opname) dimana semua barang di toko dihitung dan disamakan nilainya dengan stock di aplikasi Alfamart. Nilai total dari minus barang ini sebenarnya bisa ditoleransi karena Alfmart memberikan batas toleransi barang hilang. 

Contoh: Total barang hilang nilainya 6 juta, sedangkan batas toleransi dari Alfamart adalah 5 juta, jadi masih sisa 1 juta. 1 juta inilah yang akan ditanggung seluruh karyawan yang ada di toko tersebut. 

"Hidup itu curang! Walaupun kamu gak curang, hiduplah yang akan mencurangimu!"

Bagi karyawan yang bekerja di toko 24 jam, maka jangan harap bisa merayakan tahun baru. Karena setiap pergantian bulan/tahun (pukul 00:00 sebelum tgl 1) ada yang namanya pergantian harga. Jadi setiap pegawai harus masuk dan mengganti setiap harga di toko tersebut. Biasanya jam 2 pagi baru selesai.

Oh iya, bagi yang rumahnya jauh dengan toko. Kamu bisa menginap di dalam toko. Meski dilarang oleh pihak Alfamart, tapi pegawai lain mengijinkan. Setiap tahun ketika kontrak kamu habis juga akan dipanggil ke pusat untuk tanda tangan kontrak.

Fasilitas dan tunjangan yang kamu dapat selama bekerja di Alfamart adalah BPJS, THR dan Gaji ke 13. Lagi-lagi, semua itu akan terpotong dengan segala minus yang sudah dijelaskan pada artikel pertama 'Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 1, Mulia atau Sengsara?'.

Selama saya bekerja, BPJS yang saya dapat juga belum saya cairkan karena ribet banget syaratnya. Sedangkan uangnya gak seberapa. 

Untuk masalah libur kerja, kamu dapat jatah libur satu kali dalam seminggu ditambah tanggal merah. Jika kamu bekerja saat hari libur nasional, maka dapat bonus 50 ribu dalam sehari (mungkin sekarang sudah naik). Jika masuk waktu libur hari raya Idul Fitri maka dapat bonus 250 ribu/hari. 

Saat bekerja yang paling berat adalah waktu bulan ramadhan, dimana barang yang dikirim dari pusat ke toko jumlahnya gak main-main. Pernah waktu itu saya menurunkan barang 2 truk full, sedangkan yang sif bareng saya hanya 2 cewek. Barang datang dari DC ke toko adalah tanggung jawab pegawai toko untuk menurunkan dari truk kemudian mencocokan data lalu dirapihkan ke dalam gudang.

Jika kamu ingin bekerja di Alfamart sebagai pegawai biasa, maka sebaiknya pikirkan dulu. Atau kamu bisa menjadikan ini hanya sebagai batu loncatan.

Karena kamu bakal stuck, hanya berjalan di tempat, gali lubang tutup lubang, susah naik pangkat, gaji standar dan sebagainya. Teman-teman saya yang masih bekerja di sana sampai sekarang ya masih biasa saja, tidak berubah. Tidak ada investasi dan tak ada peningkatan dalam sisi pemikiran. Ya, mungkin ini masalah pribadinya saja sih.

Banyak dari teman saya yang bekerja di sana dan secara intelektualitas mereka tidak terlalu berkembang. Hal ini bisa dimaklumi karena memang sebagai pramuniaga atau kasir yang dipentingkan adalah kemampuan fisik (stamina).

Saat mengobrol dengan mereka dan membahas sesuatu yang krusial seperti finansial, masa depan, karir, agama dan lain lain, kebanyakan tidak nyambung alias gak nyampe. Tapi kalau topiknya hal remeh seperti keluhan di tempat kerja, aib orang lain, dan sesuatu yang negatif malah mereka antusias. 

Sebagai tambahan. Ini adalah pertanyaan interview waktu teman saya melamar sebagai MT (Management Trainee:) siapa tau bakal berguna bagi kamu
  • Ceritakan tentang latar belakang keluarga anda
  • Padahal jurusan anda xxx kenapa tertarik gabung di alfamart? 
  • Apakah anda pernah bisnis? ceritakan. 
  • Certitakan tentang pengalaman organisasi anda! 
  • Anda tertarik gabung di bagian apa di alfamart? Operation, purchasing, dll 
  • Apa yang bisa anda implementasikan di alfamart dari ilmu yang anda dapatkan di kuliah?

Bekerja di Alfamart sebenarnya biasa saja, tak ada yang spesial. Maju tidaknya seseorang juga ditentukan oleh sikap dan lingkungan tempatnya berada. Jika lingkungannya mendukung untuk bertumbuh maka ia akan tumbuh meski lambat sekalipun. Itulah pengalaman saya saat bekerja di Alfamart sebagai pramuniaga.



Kesdik Bayu
Kesdik Bayu Penulis yang masih magang

39 komentar untuk "Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 2, Mulia atau Sengsara?"

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Benar saja, adik saya kerja di Alfamart, bagian seles katanya,

    Bukanya kerja dapet duit,.mlah utang dia dimana mna untuk memenuhi target ..
    Tiap gaji selalu gk full, sempat dapet gaji cuma 1.500.000 doank, itupun masih ke potong lain2nya,,

    Parah pokoknya Alfamart nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sales emang dituntut kejar target, kalo di bawah target ya yg kena gaji dia sendiri biasanya dipotong (bisa jadi buat nutup targetnya dia yg ga tercapai). Sales juga dituntut punya skil 'rayuan'alias jago ngomong. Ane ga jago, 3 bulan gapernah target langsung dipecut, hehe

      Hapus
  3. pacar saya sendiri dah 2 taun di alfamart, makin hari kerjaanya makin banyak dari skdar tugas awal sebagai kasir, parahnya lagi dari segi pemikiran gada perkembangan dan dia stuck, kalo diajak kerja lain dia ga mau, kaya sudah betah banget di alfa,padahal banyak rugunya dia dsana,,kaya sapi perah aja....mana gada keinginan untuk maju pula,....kerja disana memadamkan semangatnya untu berkembang saya rasa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebanyakan emang begitu, sejauh ini orang alfa yg ane ajak ngobrol jarang nyambung, topiknya harus ringan, satu hal yg nyambung banget ya ngobrolin kerjaannya dia yg 80% isinya keluhan soal pekerjaan

      Hapus
    2. benar mas,kalo diajak obrolan agak berat terutama masa depan dikerjaan lain dan nyari kerja lain si pacar saya langsung bleng,pkoknya ga bs mikir berat,,kacau juga,,,,dia sdh tahun ke-3 dan jabatannya sdh diatas crew..

      ga lama lagi saya mau udahan sih sama dia soalnya tahun kmarin dia cinlok sama rekan kerjanya sndiri ditoko, walaupun dia udah pindah toko ya saya ttp aja trauma,...pacaran 3 taun dikenalin ke ortu malah selingkuh ,,msh emosi saya mas

      maaf nih jd curhat,

      Hapus
    3. Karena kebanyakan orang 'cari aman' soal kerjaan, walaupun gak terlalu menguntungkan. Toh sekarang masih pandemi, banyak orang kehilangan pekerjaan sedangkan dia masih bisa kerja seperti biasa. Kalau soal pemikiran kita lihat dari sisi psikologi deh, akumulasi dari lingkungan kerja, sikap teman temannya, dan lain lain itulah yang akan membentuk karakter seseorang. Gampangnya, peran paling penting dari terbentuknya kepribadian seseorang adalah lingkungan.

      Gapapa curhat, toh privasinya aman ga pakai nama asli. Kalau LDR ya jelas kita kalah dari orang yang bisa tiap hari ketemu. Mungkin karena kekurangan pasangan (masnya sendiri) bisa di ditemukan/ditutupi orang lain (selingkuhannya) jadi dia memilih lari ke sana. Kekurangan disini bisa diartikan sebagai minimnya waktu kalian ketemu, sikap, perlakuan, dan semacamnya. Masalah keputusan terakhir ya ada di tangan mas, saya ga ikut campur.

      Hapus
    4. maaf baru balas mas, baru buka lagi,,,,kalau saya liat lingkungan dia memang support sama dia mas untuk bertahan ditoko itu, (dan itu mencakup ortunya juga) apalagi dia baru naik jabatan baru2 ini,...hanya saya yang kukuh yang ingin dia pergi dri sana,saya mikir buat masa depan mas sjujurnya.,,kmarin dia saya daftarkan dan antarkan untuk kerja di anak perusahaan BUMN (PNM mekaar namanya) keterima dia mas cuma dia takut kerja disana karena memakai target gitu, padahal disana lebih flexibel dan ga akan dipecat andai target ga tercapai,gajinya lbh besar daripada alfamart juga,sabtu minggu juga libur tapi dia memilih bertahan ditoko pada akhirnya, sekarang sih saya udah ga mau lagi daftarin dia kerja dimana mana soalnya dia ada bilang kesaya bahwa akan kerja ditoko smpai dianya ga mampu lagi atau alfamartnya ga perpanjang kontrak dia ,,,takjub saya dgrnya........

      masnya benar, kawan2 dia ditoko itu terlihat aman2 aja soalnya,hehehe...dan mereka juga ga mikir masa depan nampaknya, termasuk pacar saya, alhasil dari itu semua akhirnya dia memutuskan ttp bertahan hingga sekarang (btw skrg dia jadi ACos ya namanya diatas COS tapi di kabupaten lain)



      iya mas waktu itu saya LDR cuma tiap bulan itu bs kok ketemu 2x lebih..dan harus diakui, pas kmarin saya tanya dia jujur knp bs smpai selingkuh alasannya karena baper, curhat curhatan trus si cwo selingkuhan berantem sama pacar aslinya,akhirnya dia simpatik, dia juga katanya posisi bosan sama saya, saya ga pernh ajak liburan lagi pdahal sumpek ditoko dan pgn jalan2 katanya yang mana hal itu belum bs saya penuhi, maklum mas saya kerja jauh bgt...alasan lain dia juga sering ketemu tu cwo tiap waktu, SO grand bareng katanya pulang bareng juga, akhirnya kejadian mereka selingkuh .....mereka jalan bareng juga ke keprovinsi lain yng jaraknya jauh sekitar 500 KM mas,,,Pulang hari aja sih,,,pas waktu dia kjadian jalan itu mas dia alasannya mau ada training gtu sama temannya ditoko dan bilang sih temannya cwo, tapi nanti dia katanya bareng juga sama teman yg lain yg cewe,,saya curiga mas karena biasanya kan klo dia ada training pst bkin status WA gtu ........sebulan kemudian dia malah mutusin saya via chat, tanpa alasan jelas....akhirnya sya cari informasi sana sini dan ternyata benar dia ada jalan sama teman setokonya itu,,dan ada bikin status WA dan upload foto juga bareng,dan saya ga tau karena status itu di Privasi mas..


      untuk saat ini saya memilih ttp melanjutkan mas, jawabannya hanya karena kasian sih jujur.....kasian karena dia sendirian dan msh perlu support saya secara dia juga kerja di kota lain, seminggu lagi saya akan mengakhiri hubungan ini rencananya mas ,,,gada garansi kan kalo dia ga bakal ngulangin lagi (selingkuhnya) , lagipula ortu sudah ga stuju saya lanjut sama dia semenjak kejadian itu



      itulah dia mas cerita saya,maaf berkeluh kisah,,,perlu teman bercerita saya sih mas, alfamart ini menghancurkan segalanya soalnya,hehe

      tanggapan masnya gimana mas dengan kejadian saya itu?benarkah sudah keputusan yang akan saya ambil

      Hapus
    5. Dilihat dari sudut pandang cewe dulu deh yang kerja di sana. Dia punya kerjaan yang aman, dalam artian gajinya jelas, kerjaannya jelas, statusnya jelas, kontraknya jelas, tunjangannya jelas, dan penghasilannya relatif stabil. Dia udah tau benefitnya kerja di sana dan ditawari kerjaan baru yang gak tau 'rasanya' gimana (belum jelas). Kalau dipikir emang keputusannya bertahan di alfa bisa dimaklumi karena udah nyaman. Contoh, kita diberi pilihan antara amplop A dan B. Amplop A ada tulisan bahwa isinya 50ribu, dan amplop B ga ada tulisannya, bisa jadi isinya kurang dari 50 atau lebih dari itu. Kita tahu kalau orang yang milih amplop B adalah mereka yang berani bertaruh, sedangkan yang milih A adalah yang mereka yang cari aman/kepastian.

      Nah, kalau diaplikasikan ke kehidupan nyata, orang yang memilih sesuatu berdasarkan kepastian hidupnya cenderung lebih stabil dibanding orang yang berani 'berjudi'. Hidupnya stabil alias gitu gitu terus, naiknya susah, turunnya juga susah. Bukan tidak berkembang, bisa berkembang tapi memang lambat.

      Lanjut soal selingkuh. Kalau mas punya kesalahan/kekurangan dan ganjarannya setara dengan perselingkuhan ya maklumi saja. Biasanya selingkuh kan didasari hal sepele semacam cinta yang monoton gak terlalu menantang seperti awal kalian pacaran. Dia butuh iklan/jeda guna merasakan sensasi/fantasi yang sudah lama tidak dirasakan. Cara kerja dunia kan emang begitu, saat cinta yang mulai rengang kemudian dirajut kembali, sayangnya malah dirajut dengan cinta milik orang lain.

      Selingkuh masih bisa dimaafkan, tapi saya jamin kamu tidak akan melihatnya seperti orang yang kamu cintai dulu.

      Terakhir soal keputusan. Gak ada yang tau keputusan kita benar atau salah sampai di jangka waktu tertentu. Sekarang kita bisa percaya diri mengambil keputusan untuk mengakhiri, dan selama seminggu setelah putus kita masih PD merasa keputusannya sudah benar. Sebulan atau setahun kemudian kita baru sadar kalau keputusan hari ini adalah sebuah kesalahan.

      Contoh gampangnya, mas bisa lihat keputusan mas sendiri setahun belakangan, pasti ada yang salah dan ada yang disesali padahal dulu sudah yakin kalau itu keputusan yang benar. Itulah gunanya berfikir dulu sebelum bertindak. Dan saya yakin mas sudah berfikir berkali-kali sebelum mengambil keputusan yang satu ini, toh hubungan kalian udah lama dan sesuatu yang melekat begitu lama gak akan mudah dilepaskan.

      Sekali lagi gak ada yang benar benar tahu, yang penting petimbangkan dulu banyak hal supaya tidak menyesal. Posisi saya kan orang yang gak ngerti apa-apa, jadi jangan dijadikan patokan buat ngambil keputusan yang sulit.

      Saya juga gak mau sok pintar, belum tentu jika saya di posisi kamu bisa mengambil keputusan yang lebih baik darimu. Yang saya tau adalah kita bisa dengan mudah memberi nasehat ke orang lain padahal kita sendiri belum belum tentu bisa melakukannya. Fenomena ini disebut sebagai Solomon Paradox. Terima kasih.

      Hapus
    6. makasih banyak mas , masukannya, setidaknya ini membuka wawasan saya.....pada akhirnya ya benar, saya sudah ga ga meliat dia sama seperti waktu diawal kami menjalani,,,saya dihantui kecemasan kecemasan dia akan mengulangi selingkuhnya lagi....

      terkait karir dia, ya sbnarnya kaya sudah saya bilang , disana ga berkembang dan saya mau disana itu cuma jd batu pijakan untuk karirnya kedepan mas...secara kita tau kan di alfa ga berkembang,,ga prnh kita dgr ada pensiunan alfamart ya kan?hehehe.......usia dia baru 22 tahun,,,,diusia semuda itu kalau saya sih akan ambil dan berani ambil resiko drpda main aman''

      makasih banyak sarannya mas,,,btw saya juga sdh baca blog masnya, bagus2 mas isinya,,,nice

      Hapus
  4. Setuju bung, capek hati dan gak dapet apa-apa. Ya mungkin ada yg bener2 sabar biar bisa nabung, tapi kenyataannya susah banget. Giliran mau resign semangat banget nagih denda. Kadang ada yang kabur aja gak diurusin, kadang ada yang kabur tapi masih disuratin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mending kabur kalo nombok banyak. Nyicil motor aja susah apalagi nabung

      Hapus
    2. Mending kabur kalo nombok banyak. Nyicil motor aja susah apalagi nabung

      Hapus
  5. Nombok nombok, lembur ga dibayar, lmbur nya tiap hari pula 2- 6 jam kira2 , g betah bntar lg mau resign, hha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha, sebelum resign pastiin dulu udah dapet kerja. Masih pandemi susah dapet kerja

      Hapus
    2. Iy smbil nyari2 juga brow, ente pernh di sna berapa lma, ane blm lama udh ikut2 nombok trus beli brang yg wajib habis tiap uang ane pun nitip d brangkas gara2 ada yg otak atik uang brngkas yg jd min pas ngirim.

      Hapus
    3. Hhe ane di toko yg rame bgt , rawan min gan , bru masuk udh ikut bli item wajib hbis , min kasir, trus uang ane nyantol d brngkas gara2 ada yg mnjem duit brngkas

      Hapus
    4. Ka mau tanya dong EMG klu kerja dialfa kan kontrak tuh nah klu misal g betah baru berapa bln kerja apa bisa resign/ Risen saat masih terikat kontrak?

      Hapus
  6. Yuu semangat yuu nyari kerja lagi sebelum resaign hehehe

    BalasHapus
  7. Yuu semangat nyari kerja dulu sebelum resaign hehehe

    BalasHapus
  8. Saya saat ini tertarik kerja di alfa /indo, beruntung saya nemu artikel seperti ini, tapi ada satu hal yg ingin saya tanya, sisi positif kerja di alfa itu apa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf baru bales. Sisi positif ya, coba saya ingat ingat.
      1. Gaji tetap
      2. Jenjang karir, kemungkinan di tahun kedua naik jabatan dan gaji naik dikit.
      3. Dapat BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan (ketenagakerjaan bisa dicairkan kalu suatu saat gak bekerja lagi)
      4. Kadang ada event/target penjualan. Jika tokomu tembus target, kamu dapat reward uang di luar gaji. Walaupun kans dapatnya kecil
      5. Kerjanya relatif gampang, faktor terpenting adalah stamina dan kesehatan.

      Hapus
  9. Mas mau tanya ya, kan kmrn rabu 17/3/2021 aku dpt panggilan interview dari alfa, hrd nya wa nya selasa malam dan saya tau infonya jam 10 malam. Nah trs saya gk bisa ikut interview krn ada acara mendadak gitu jadi trpksa gk ikut interview
    Semisal kalo kita nglamar lagi apa boleh ya trims, takutnya gak boleh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf banget baru bales. Biasanya kalau yg dipanggil interview nggak bisa dateng karena alasan tertentu. Kemudian pelamar (kamu) menginfokan ke HRD kalau gak bisa dateng, HRD akan memaklumi (semoga) kemudian mengatur jadwal interview di lain hari, ikut interview gelombang selanjutnya misalnya.

      Melamar lagi? Boleh. Tapi harus saingan lagi sama kandidat lain.

      Hapus
  10. Hai kak aku udh kerja satu bulan di alfa tp aku ngerasa kurang nyaman trs aku juga sering nombok yg menurutku pribadi ya *rugi . Prosedur resign nya gmna ya kk ? Btw aku udh dpt gaji pertama hari ini . Mohon dibalas ya kk πŸ™πŸ»

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bilang dulu ke kepala tokonya atau ke korwil. Prosedur lengkapnya bisa ditanyakan ke mereka. Kalau mau sekalian nyairin BPJS Ketenagakerjaan, minta surat bukti berhenti bekerja dari alfamart. Note: pikirin dulu kalau mau resign, lagi pandemi susah nyari kerja

      Hapus
  11. Bang klo kerja di alfamart sebagai crew store bisa ga ya kuliah?soalnya rencana saya seperti itu.saya udah tes sampai tahap wawancara,tinggal nunggu hasilnya. Btw makasih review soal pengalaman kerjaan di alfamart bang,jadi referensi buat saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau kuliah kelas karyawan harusnya bisa. Tinggal menyesuaikan jadwal libur aja

      Hapus
  12. Bang kan saya bsk interview online dan saya juga msh kuliah semester akhir
    Klo kita ijin mau sidang tugas akhir apakah bisa mas ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ijin sidang pas hari H ya bisa, kan cuma sehari

      Hapus
  13. Bang apa benar kalau kerja di alfa ijazah akan di tahan?, dan jika benar apakah akan dikembalikan lagi saat resign? Soalnya saya baru ngelamar online tinggal training online dan offline doang saya masih ragu kalau saya akan betah sampai setahun kontrak itu dan btw makasih udah share ceritanya πŸ™πŸ™

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dulu ditahan, sekarang engga. Kalaupun ditahan, perjanjian penahanan ijazah tercantum di perjanjian kerja/kontrak, jadi bisa milih mau dilanjutin atau engga. Sama sama gan

      Hapus
  14. Kak kalau untuk yang tetap gimana? Apa masih sering nombok juga?buat kesejahteraannya bagus gak ya kak kirakira?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau tidak salah ya, dulu waktu saya kerja setiap orang punya tanggung jawab buat nutupin minus barang hilang diluar batas yang ditetapkan Alfamart. Bagi karyawan yang jabatannya lebih tinggi justru punya tanggung jawab lebih besar, alias nomboknya lebih banyak. Di atas kertas kan jabatannya lebih tinggi dan gajinya lebih tinggi pula.

      Maaf baru bales

      Hapus
  15. Saya belum kerja 1 bulan aja udah ga tahan kerja d alfa mas ,ga sesuai ekspetasi ,skrng gini masa iya minus kasir sampe 500rb saya juga waras gt ngembaliin uang konsumen gamungkin juga nyelip 100rb dalam 1 transaksi ,kalo iya ya mungkin cuma 1x gamungkin juga sampe 5x ,saya heran ,sama yg bikin susah tuh sistem d alfa yg sering gangguan mas hadoeeh ,kaya contoh e-trans ,misalanya saya lg transaksi tb2 di ketersngannya server ganggaun yasaya batalin dong payment nya ,nah setelah saya mau eod shift 2 waktu mau redeem vocher yg gagal td ,tiba2 sukseng dong ,ya mau gamau saya harus ganti tuh uang :(( ,moga aja buat rekan2 yg lain kalo mau kerja d perusahaan Retail dipikir2 dl aja deh .makasih

    BalasHapus
  16. Dengar pengalaman kalian kerja di Alfamart kok berat kayaknya ya, kebetulan saya besok senin mau kerja di Alfamart soalnya, jadi Kepikiran

    BalasHapus
  17. Saya mantan si biru resign krna satu dan lain hal, lalu saya daftar Alfa, Senin bsk saya training offline. Tapi rasa nya kaya ragu, mungkin krna saya punya pengalaman yg cukup banyak di retail makanya se ragu ini padahal waktu daftar ya saya daftar2 aja tanpa mikirin apapun dan berharap cepet2 keterima. Lgsg kebayang2 saat tutup sift, kebayang2 plus gede/minus gede, kebayang2 ngejer sales, dimarah atasan dll. Kaya blm siap aja gtu. Tapi klo gak diambil sayang bgt, LG pandemi gini susah cari kerja😣😣

    BalasHapus
  18. Gw usaha online.. tapi ga enak nya ortu suka banding2 in sama anak tetangga yang dapet kerja di Alfa.. gw pernah melamar di Alfa dulu sekitar 2018..krna tinggi gw cuma 147 .. wktu itu pake TB.. dan gw ga keterima
    Skrg tetangga ggw diterima di Alfa dan baru seminggu yang lalu di tugasin di Daerah sini.. ntah knapa ga berani aja mlamar lagi krna takut ga keterima ..
    Sampe baca2 lagi artikelnya gmna itu Alfa.. kok bnyak yg ga enaknya ya😒
    Nyesek sering dibanding2 kan sama anak tetangga... Segitu tidak enaknya kerja di Alfa?

    BalasHapus
  19. Adek gw kerja di Alfamart juga,misal kalo pas promo JSM tidak mencapai target masa iya,adek gw yg suruh beli barang JSM nya..emang gitu ya kerja di sana? Atau cuma akal"an kepala toko?

    BalasHapus

Berlangganan via Email