Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 2, Mulia atau Sengsara?

Setelah sebelumnya saya menjelaskan tentang 'Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 1, Mulia atau Sengsara?', jika kamu belum membacanya, silahkan klik linknya. Karena ini adalah lanjutan (part 2) dari artikel tersebut.

Oke, pengalaman saya sebagai pegawai Alfamart. Untuk masalah gaji pramuniaga dan pegawai biasa lainya adalah setara dengan UMK kantor pusat. Misalnya kamu bekerja di toko Alfamart Solo tapi Pusatnya adalah Jogja, maka kamu mendapatkan UMK Jogja, bukan Solo. Paham kan?

Pengalaman bekerja sebagai pegawai alfamart


Lanjut lagi. Gaji segitu sudah cukup apabila gaji kamu tidak dipotong untuk mengganti bawang hilang, minus kasir, atau lainnya. Seperti yang sudah saya jabarkan di part 1. Jika gaji kamu selalu dipotong untuk keperluan toko, alhasil gajimu tidak akan cukup. 

Untuk mengakali hal ini, ada juga karyawan Alfamart yang nakal. Nakal di sini adalah mencurangi barang toko, bukan konsumen, yah walaupun ada juga yang melakukannya.

Cara pegawai nakal ini adalah 'memanualkan' barang toko yang dijual kepada konsumen. Misalnya seorang konsumen membeli 1 bungkus rokok, rokok tersebut tidak di scan dan masuk ke sistem aplikasi, melainkan dihitung dengan cara manual. Uang ini otomatis akan masuk ke kantong si pegawai tersebut. Itu baru rokok yang murah, bagaiamana kalau susu yang mahal dan itu dilakukan hampir setiap hari? 


Dampaknya baru akan dirasakan semua pegawai toko tersebut di waktu SO (Stock Opname) dimana semua barang di toko dihitung dan disamakan nilainya dengan stock di aplikasi Alfamart. Jika minus maka semua pegawai akan menggantinya. Hmm, padahal yang curang 1 orang tapi yang rugi 1 toko. Sungguh tidak adil! Hidup memang begitu gan!

Saya jadi inget quotes inspiratif: "Hidup itu curang! Walaupun kamu gak curang, hiduplah yang akan mencurangimu!"
 Jadi biasakanlah dengan hidup, jangan lemah! Bagi yang bekerja di toko 24 jam, maka jangan harap bisa merayakan tahun baru. Karena tiap pergantian bulan/tahun (pukul 00:00 sebelum tgl 1) ada yang namanya pergantian harga. Jadi setiap pegawai harus masuk dan mengganti setiap harga di toko tersebut. Biasanya jam 2 pagi baru kelar.

Oh iya, bagi yang rumahnya jauh dengan toko. Kamu bisa menginap di dalam toko. Meski dilarang oleh pihak Alfamart, tapi pegawai lain mengijinkan. Setiap tahun ketika kontrak kamu habis juga akan dipanggil ke pusat untuk tanda tangan kontrak.

Fasilitas dan tunjangan yang kamu dapat selama di sana sangatlah standar. Seperti BPJS, THR dan Gaji ke 13. Lagi-lagi, semua itu akan terpotong dengan segala minus yang sudah dijelaskan pada artikel pertama 'Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 1, Mulia atau Sengsara?'.

Selama saya bekerja, BPJS yang saya dapat juga belum saya cairkan karena ribet banget syaratnya. Sedangkan uangnya gak seberapa. Satu lagi minusnya Alfamart.

Untuk masalah libur kerja, kamu dapat jatah libur satu kali dalam seminggu ditambah tanggal merah. Jika kamu bekerja saat hari libur nasional, maka dapat bonus 50 ribu dalam sehari. Jika masuk waktu libur hari raya Idul Fitri maka dapat bonus 250 ribu/hari. Tertarik?

Paling gaenak adalah saat bulan ramadhan, dimana barang dari pusat ke toko jumlahnya gak main-main. Pernah waktu itu saya menurunkan barang 2 truk full, sedangkan yang sif bareng saya hanya 2 cewek. Alhasil saya dibantu oleh driver (biasanya gamau bantuin). Barang datang dari DC ke toko adalah tanggung jawab pegawai toko untuk menurunkan dari truk kemudian mencocokan data lalu dirapihkan ke dalam gudang.

Jika kamu ingin bekerja di Alfamart sebagai pegawai biasa, maka sebaiknya pikirkan dulu. Atau kamu bisa menjadikan ini hanya sebagai batu loncatan, jika sudah menemukan pekerjaan yang lebih baik, segeralah keluar. Loh, memangnya kenapa?

Karena kamu bakal stuck, hanya berlari di tempat, gali lubang tutup lubang, susah naik pangkat, gaji dan sebagainya. Teman-teman saya yang masih bekerja di sana sampai sekarang ya masih biasa saja, tidak berubah. Tidak ada investasi dan tak ada peningkatan dalam sisi pemikiran. Ya, mungkin ini masalah pribadinya saja.

Banyak dari mereka yang mengeluh. Waktu saya ngobrolin tentang hal negatif (gaji gak naik, kerjaan nambah, banyak minusnya) teman-teman saya ini sangat antusias bahkan menceritakan segala keluh kesah di Alfamart. Dari sekian banyak topik, saya belum pernah mendengar sikap ingin maju (urusan ekonomi dan pemikiran). Namun sekali-lagi, mungkin ini hanya masalah pribadi masing-masing orang.

Sebagai tambahan. Ini adalah pertanyaan interview waktu teman saya melamar sebagai MT (Management Trainee:) siapa tau bakal berguna bagi kamu
- Ceritakan tentang latar belakang keluarga anda!
- Padahal jurusan anda xxx kenapa tertarik gabung di alfamart? 
- Apakah anda pernah bisnis? ceritakan. 
- Certitakan tentang pengalaman organisasi anda! 
- Anda tertarik gabung di bagian apa di alfamart? Operation, purchasing, dll 
- Apa yang bisa anda implementasikan di alfamart dari ilmu yang anda dapatkan di kuliah?

Intinya, jika ingin sejahtea, bukan Alfamart tempatnya. Itulah pengalaman saya saat bekerja di Alfamart sebagai pramuniaga.



Posting Komentar

1 Komentar