Bagaimana Cara Mengelola Gaji Supaya Cukup Sampai Akhir Bulan?

Saya adalah orang yang termasuk sulit dalam mengatur keuangan, namun rasanya ini adalah 'penyakit' semua orang. Ya! Mungkin kamu juga mengalaminya?!

Saya selalu binggung dalam mengatur keuangan berupa pendapatan (gaji) dengan pengeluaran. Sulit sekali, bahkan saya sering kebinggungan waktu akhir bulan harus makan apa, dan lebih sering lagi 'gali lubang, tutup lubang'. Tahu maksudnya, kan?

Bagaimana cara memanajemen keuangan?
Ilustrasi Gaji


Saya mempelajari banyak hal untuk memanajemen keuangan yang saya miliki. Dan menemukan beberapa ilmu yang bisa saya terapkan sekaligus saya bagikan di bawah ini. Bagaimana caranya?

Baca jugaPengalaman Bekerja di Alfamart Part 1, Mulia atau Sengsara?

Definisi suatu angka dikatakan cukup adalah: Bila pendapatan lebih besar daripada pengeluaran. Betul? Bagi saya fakta ini tidak cukup mumpuni.

Pada kenyataannya dalam hidup kita, se ahli-ahli nya kita mengatur keuangan; ada saat tertentu tetap saja “jebol” alias over budget. Nah ini yang mau saya bagikan.

Ada 4 kategori pengeluaran menurut saya diurutkan diurutkan dari atas ke bawah mulai berdasarkan dari yang paling mudah ditangani ke yang paling sulit ditangani:

1. Pengeluaran terkontrol yang terduga.

Adalah pengeluaran/bakal pengeluaran yang kita sudah tau pasti itu bakal ada, dan kita punya kuasa penuh untuk mengatakan YES or NO untuk respon terhadap pemenuhan kebutuhan itu. Untuk kategori ini mudah diatur. Contohnya adalah:


  • Ban motor sudah botak dan harus diganti dalam waktu dekat. Kita bisa ambil keputusan ok bulan ini diganti, atau nanti saja bulan depan.
  • Nanti di tanggal sekian akan ada Garuda Travel Fair. Kita sudah menunggu berbulan-bulan sebelumnya untuk beli tiket murah ke Jepang. Kita bisa ambil keputusan ok kita beli sekarang, atau nggak jadi deh. Berlibur ke tempat yang lebih murah saja.

2. Pengeluaran tak terkontrol yang terduga.

Adalah pengeluaran/bakal pengeluaran yang kita sudah tau pasti itu bakal ada, dan kita tidak punya kuasa untuk mengatakan YES or NO untuk respon terhadap kebutuhan itu. Kita tidak punya pilihan lain selain: bayar. Untuk kategori ini pun masih mudah diatur. Contohnya banyak:


  • Operasional sehari-hari: Listrik, air, pulsa telp, bahan bakar/transportasi, uang sekolah, premi asuransi, cicilan kartu kredit, uang makan, dsb.
  • Orang tua sedang dalam proses terapi kesehatan yang perlu biaya yang sudah terjadwal. Kita tidak bisa bilang: No, nanti bulan depan aja terapinya. Kita tidak punya pilihan lain selain: bayar.

3. Pengeluaran terkontrol yang tak terduga.

Adalah pengeluaran/bakal pengeluaran yang bisa tiba-tiba muncul. Saya sering menyebut ini sebagai: godaan. Dalam hal ini pun kita punya kuasa penuh untuk mengatakan YES or NO untuk respon terhadap pemenuhan kebutuhan itu. Contohnya adalah:

Baca juga: Pengalaman Bekerja di Alfamart Part 2, Mulia atau Sengsara?


  • Teman ajak kita makan siang ke tempat yang mahal, kita bisa respon ya atau tidak.
  • Mendadak ada tawaran di Tokopedia diskon sekian persen untuk produk A, B, C. Kita yang tadinya tidak terpikir untuk membeli, jadi tergoda untuk membeli. Dalam hal ini pun kita kuasa penuh untuk mengatakan YES or NO. Beli atau nggak beli. Deal or no deal.

4. Pengeluaran tak terkontrol yang tak terduga.

Ini adalah yang tersulit. Selain tiba-tiba bisa muncul menodong, dan kita seperti dirampok tidak punya pilihan apapun selain: bayar. Contoh pengeluaran jenis ini adalah:


  • Orang tua mendadak sakit dan perlu biaya. Kita tidak bisa bilang: Mah, Pah... Nggak usah ke dokter, saya lagi banyak pengeluaran nih. Nanti saja bulan depan ya. Hal ini adalah big NO - NO. Kalau orang tua sakit, tidak ada pilihan lain selain mengunjungi dokter dan bayar semua biayanya.
  • Kecelakaan. Mobil/motor rusak, kita sakit, dll. Ketika sudah rusak, tidak punya pilihan lain selain bawa ke bengkel dan perbaiki, atau kendaraan kita akan kehilangan fungsinya. Bagi kita sendiri, tidak ada pilihan lain selain berobat. Lakukan dan bayar semua biayanya.
Nampaknya bakal terasa sangat panjang jika dituliskan ke dalam satu artikel, maka dari itu saya memecahnya menjadi dua bagian. 

Di artikel kedua, saya akan membahas bagaimana solusi untuk mengatasai masalah di atas. Masalah yang kita semua rasakan. Untuk itu, kunjungi link artikel di bawah ini.


Posting Komentar

0 Komentar