Bagaimana Cara Mengelola Gaji Supaya Cukup Sampai Akhir Bulan? (Part 2)

Setelah saya sebelumnya menyampaikan poin-poin yang menjadi kunci terhadap pengeluaran keungan atau bisa kita sebut sebagai inti permasalahan gaji. Bagi kamu yang belum membacanya, silahkan klik link di bawah ini.

Bagaimana Cara Mengelola Gaji Supaya Cukup Sampai Akhir Bulan?

Siapkan mindset kamu untuk memahami dan mengaplikasikan solusinya di penjelasan berikut ini.

Bagaimana Cara Mengelola Gaji Supaya Cukup Sampai Akhir Bulan? (Part 2)


Uang adalah tuan yang jahat tapi hamba yang baik. Jadi jangan pernah biarkan uangmu keluar tanpa sepengetahuan dan seizinmu. Kalau uangmu keluar dan masuk tanpa kamu ketahui sesukanya, maka dia akan jadi tuan mu, dan kamu akan jadi budaknya. Kamu akan kerja keras untuk si uang, uang, dan uang. Kebebasanmu akan hilang karena kamu harus bekerja untuk si uang. Karena si uang bisa semaunya datang dan pergi.

Hajar dia dan jadikan dia hamba yang baik. Caranya: Cost Control. Ada banyak sekali aplikasi personal budget di Google Play/Apple Store yang gratis. Download dan disiplinkan uangmu. Mulai dari hal kecil. Disiplinkan uangmu untuk dicatat dalam laporan kemanapun dia harus keluar dan masuk, datang dan pergi. Hajar dia dengan keras untuk selalu meminta izinmu setiap kali dia harus keluar dan harus masuk.

Angka adalah prestasi, bukan urusan perut. Jika seseorang belajar dengan keras, dia berharap ingin mendapatkan nilai sekian. Jika seseorang berjuang diet dengan keras, dia berharap ingin menurunkan berat badan sekian. Jika seorang sales berjuang dengan keras untuk menjual, dia berharap dapat penjualan sekian. 

Baca juga: Mengenal Istilah Negara Berkembang atau 'Negara Berflower' yang Sering Dipakai Warganet

Apakah persamaan makna dari kata sekian itu? Sekian itu adalah: Angka dan Prestasi. Jadi kalau kamu mencari uang tambahan, selalu fokuskan pikiranmu terhadap prestasi. Sekarang saya mampu mendapatkan uang sekian, saya ingin meningkat menghasilkan uang sekian bulan depan. Ini lah kebanggaan saya, bahwa saya mampu menghasilkan sekian banyak. Bukannya: Saya ingin mendapatkan uang sekian, karena saya harus bayar kebutuhan sekian. Jadikanlah angka adalah prestasi, bukan urusan perut.


Preemptive response.

Berdasarkan kategori yang sudah disebutkan di artikel sebelumnya, masing-masing ada tekniknya untuk ditangani:

1. Pengeluaran terkontrol yang terduga.

Bagi tugas kepada para “pasukan uang”: siapa harus menangani siapa, dan berapa yang harus turun dalam menyelesaikan tugas tersebut. Apabila “pasukan” yang tersedia cukup jumlahnya, hajar semua. Kalau nggak cukup, sortir berdasarkan skala prioritas. Tangani beberapa yang tertinggi yang bisa ditangani. Sisanya, lari tunggang langgang tinggalkan musuh di belakang. 

Untuk hal ini, tingkat sukses nya tergantung seberapa besar ambisimu. Jika kamu bisa mencari side job di waktu senggang untuk tambahan “pasukan” dalam menghadapi musuh di kategori yang satu ini, semakin banyak point yang bisa kamu cakup.

2. Pengeluaran terkontrol tak terduga.

Kategori ini adalah kategori yang paling banyak menimbulkan korban pasukan uang diluar kategori yang lain. Anda sebagai panglima tertinggi armada battalion uang harus buat meeting sangat serius sebelum mengambil keputusan operasi militer: meeting antara jendral otak dan jendral hati. Bawa ke meeting, “Perlukah turunkan pasukan uang untuk pertempuran ini?

Kalau perlu, apa keuntungan yang bisa didapat? Kalau tidak perlu, apa kerugian yang bakal diderita? Apakah ada alternatif lain tanpa harus menjalankan operasi militer pasukan uang?” Pikirkan dengan cermat, buat laporan kesimpulan pribadi: benefit, loss, success chance, dll. Baru ambil keputusan setelah meeting panglima dilaksanakan.

Baca juga: Manfaat Tidur Siang Bagi Produktifitas Seorang Karyawan

3. Pengeluaran tak terkontrol yang terduga.

Kategori ini adalah biaya operasional sehari-hari plus angka korban dari kategori sebelumnya yang tidak ditangani dengan baik. Contoh wujud korban adalah: cicilan kartu kredit. Nggak punya pilihan selain bayar meskipun kita sudah tau bahwa tagihan akan datang. 

Cara menangani nay adalah: penyusunan anggaran (Budgeting). Apabila setelah anggaran disusun dan jumlah pasukan uang tidak cukup, kita punya 2 pilihan: Pertama, drop semua point yang tidak primer (Kalau punya cicilan motor, jual motornya ganti yang lebih murah. Bekas juga gpp). Kedua, pikirkan strategi untuk mencari uang tambahan diluar gaji pokok. Ya mau gak mau, suka gak suka. Nggak bisa malas-malasan pulang kerja nonton tv.

4. Pengeluaran tak terkontrol yang tak terduga.

Alihkan resiko ini, karena kategori jenis ini bisa buat kita bangkrut seketika. Milikilah Asuransi. Pintar-pintar dalam memilih asuransi, jangan hanya dengar kata Agen. Pilih dari beberapa Asuransi dengan merek berbeda dan bandingkan simulasi polisnya, konsultasi dengan beberapa Agen yang berbeda dari perusahaan berbeda. 

Juga konsultasi minta review dari beberapa nasabah yang sudah mengambil asuransi tersebut. Ambil yang preminya rendah dengan benefit tertinggi. Dengan demikian, kita bisa transformasi kategori ini ke kategori Pengeluaran tak terkontrol yang terduga.

Jadi demikianlah pola pikir saya untuk menjelaskan kenapa saya cukup hidup dengan angka 2 juta. Saya hidup tidak mengencangkan ikat pinggang. Saya hidup dengan layak dan sejahtera.

Baca juga: Pengalaman Bermain Trading di Olymp Trade, Benarkah Broker Ini Penipu?

Bukan masalah berapa angkanya, tapi masalah kemampuan kita mengimbangkan antara kekuatan pasukan finansial kita terhadap harga diri standar hidup kita. Saya berharap tulisan saya dapat membantu.

Artikel di atas saya ambil dari Quora dengan penulis Robby Tjahjono.

Posting Komentar

0 Komentar