Penipuan Berkedok Multi Level Marketing (MLM), Kupas Tuntas Disini

Salam Dahsyat! Eh, bukan deng. Ada yang tertarik masuk ke Multi Level Marketing (MLM)? Stigma MLM menjadi buruk karena banyaknya oknum baik perusahaan maupun perorangan yang menjamur di lapangan.

Sebaiknya jangan mudah percaya dan tergiur pada teman yang tiba-tiba memberikan informasi seputar bisnis MLM yang sering memamerkan uang di medsos. Cari tahu lebih dalam terlebih dahulu apa sih MLM itu?


Bisnis MLM


Baca juga: Kupas Tuntas Bisnis Database atau Pin Konveksi, Menipu dan Membodohi?!

Bisa dibilang jika bisnis Multi Level Marketing adalah pemasaran berjenjang. Ini adalah strategi pemasaran dimana penjual (sales) tidak hanya mendapatkan kompensasi dari penjualan yang mereka hasilkan, tetapi juga penjualan dari sales lain yang mereka rekrut. Semakin banyak yang direkrut olehnya, semakin banyak penghasilanya. Hmm manarik, bukan?

MLM yang benar harusnya memiliki produk yang dijual dengan harga kompetitif. Selain itu, fungsi produk yang dijual harusnya sudah lolos uji dan bersertifikasi, apalagi jika produknya adalah alat kesehatan. Seringkali kita temui bahwa MLM tidak menjual apa-apa, namun hanya merekrut anggota saja.

Bagaimana cara bergabung dengan MLM? Mudah, kamu hanya perlu membayar biaya pendaftaran yang nilainya sesuai dengan starter kit (bukan paket). Syarat yang terlalu berbelit justru berasal dari MLM abal-abal, dimana kita harus membeli beberapa paket lalu membawa dua downline sekaligus maka bisa dipastikan ini MLM KW, istilah lainnya berupa skema piramida atau ponzi.

Skema Piramida / MLM / Ponzi


Multi Level Marketing dan skema piramida adalah dua hal berbeda. MLM menekankan pada perencanaan penjualan, sedangkan skema piramida lebih mementingkan pencarian downline atau bawahan. 

Baca juga: Ingin Menabung Rp 10 - 100 Juta Dalam Setahun? Begini Caranya!

Sejatinya, MLM haruslah terdaftar di APLI atau Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia. Dengan tergabung di APLI maka perusahaan tersebut memiliki badan hukum dan identitas perusahaan yang jelas. 

Hindari MLM yang up-linenya hanya pamer uang banyak di medsos tanpa memberitahu prosedur kerja yang jelas. MLM yang benar, punya sistem pelatihan yang konkrit dan tersusun, serta dibawakan oleh pembicara yang kompeten. Bukan yang main comot saja dan memamerkan kesuksesan berkedok Multi Level Marketing.

MLM kerap menjanjikan bonus yang luar biasa, bisa sampai puluhan juta dalam seminggu. Jika dipikirkan rasanya sangatlah tidak mungkin, perusahaan juga butuh untung bung! MLM yang benar mempunyai perhitungan bonus yang jelas dan masuk akal. 

Seringkali muncul kasus dimana oknum MLM melakukan penipuan kepada rekrutan baru mereka. Untuk itu kamu harus waspada dengan calon up-line mu yang hanya modal iming-iming tanpa pengarahan yang jelas. 

Baca juga: Kupas Tuntas Bisnis Database atau Pin Konveksi, Menipu dan Membodohi?!

Jika kamu tak ingin tertipu, caranya mudah: jadilah lebih pintar dari si penipu. Membaca artikel ini adalah salah satu caranya.

Posting Komentar

0 Komentar