Sejarah Berdirinya Warung Tegal (Warteg) yang Jarang Diketahui Orang

Sejarah Berdirinya Warung Tegal (Warteg) yang Jarang Diketahui Orang

Mari kita membahas warung yang paling banyak berdiri (cabang) di Indonesia, Warteg! Warung Tegal atau biasa kita sebut warteg ini selalu menjadi primadona, apalagi bagi para karyawan yang tak mau mengeluarkan uang terlalu banyak hanya untuk makan.

Tahukah kamu tentang sejarag berdirinya warteg itu sendiri?

sejarah berdirinya warteg

Baca jugaBagaimana Rasanya Tinggal di Apartemen?

Warteg awalnya muncul pada awal tahun 1960an, kala itu banyak orang Tegal yang mengadu nasib di Ibu kota. Kebanyakan dari orang Tegal ini mengadu nasib dengan mendirikan warung bedeng.

Dari dulu sampai sekarang, warung tegal sangat mudah dijumpai di daerah perkantoran. Awalnya, menu yang tersedia hanyalah nasi ponggol (nasi, lauk, tahu, tempe, sambal) dan disajikan dengan daun pisang. Harganya sangat murah dan mengenyangkan.

Model warteg sendiri tidak pernah berubah, warung yang dipakai seperti tenda darurat (tidak permanen) berukuran 3x3 meter.Ya, saat ini sudah banyak warteg yang berdiri permanen layaknya warung nasi padang.

Informasi tambahan, dimana ada yang namanya kowarteg (Koperawi Warung Tegal) guna saling menunjang antar pemilik warung. 

Baca juga: Mengenal Istilah Negara Berkembang atau 'Negara Berflower' yang Sering Dipakai Warganet

Dan jangan salah, warteg ternyata sudah go international juga lho! Dua orang asal Indonesia, Fatma Martak dan Budi Santoso telah berhasil membuka restoran bertemakan warteg di kota Amsterdam, Belanda.

Oke, salam dari saya si pengamat warteg dan si tukang survei warteg murah, hahaha.

Posting Komentar

0 Komentar