Awal Mula Perang Dagang Cina dan AS yang Kini Berimbas pada Perekonomian Dunia

Awal Mula Perang Dagang Cina dan AS yang Kini Berimbas pada Perekonomian Dunia

Belakangan ini ramai pemberitaan tentang perang dagang antara Amerika Serikat/United States dengan Cina. Tahun ini sudah genap 1 tahun perang perdagangan antara keduanya. Negara raksasa ini saling 'baku hantam' di pasar ekspor impor.

Perlu kamu ketahui bahwa perang dagang Cina dan AS diawali dengan investasi Trump terhadap neraca perdagangan antara AS dan China.

Perang dagang amerika dan Cina


Trump menilai bahwa Cina telah melakukan kecurangan dengan menaikan pajak untuk barang-barang Cina pada tahun 2018, menjadi 30%. Pada akhirnya keduanya saling balas dengan menaikan tarif pajak.

Baca juga: Ingin Menabung 10 - 100 Juta Dalam Setahun? Begini Caranya

'Perang' ini menyebabkan kerugian keduanya, bahkan dunia pun sedikit terkena imbas, beginilah jadinya jika 2 negara besar saling bentrok dagang. IMF (International Monetray Fund) melaporkan bahwa perang ini telah menelan kerugian mencapai 5.500 Triliun Rupiah. 

Tentu saja kerugian tersebut membuat bimbang bagi investor dari kedua negara. Harga dan pajak menjadi mahal dan dikhawatirkan akan menjadi krisis dunia jika AS dan Cina masih konflik dalam jangka panjang.

Perusahaan asal Cina, Huawei dan ZTE menjadi korban dari perang ini. Yang paling sering jadi perhatian adalah Huawei, dimana mereka terkena imbas cukup parah dan memaksa mereka membuat smartphonenya tanpa 'bantuan' dari brand AS.

Baca juga: Pengertian Saham dan Bagaimana Cara Menggunakannya

Sedangkan dari Amerika sendiri ada Walmart Inc yang juga merasakan dampak dan menaikan harga kebutuhan bahan pokok di Amerika karena mahalnya barang dari Cina. Itu adalah sedikit contoh akibat perang dagang AS dan Cina.

Bagaimana dengan peluang Indonesia? Yah, sejauh ini memang kita tidak mendapatkan dampak secara langsung (selain nangis karena sudah terlanjur beli ponsel Huawei P30 Pro yang malah diblokir Google). Tapi, ini bisa menjadi peluang Indonesia untuk menerima investor yang sudah ketir-ketir di kedua negara itu. Bagi perusahaan yang sudah mandi darah akibat konflik, silahkan merelokasi usahanya ke Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar