Antara Vape dan Rokok Lebih Berbahaya Mana?

Antara Vape dan Rokok Lebih Berbahaya Mana?

CASHDIK.COM - Vape atau rokok elektrik adalah perangkat elektronik untuk mengantikan rokok. Ya! Awal mula diciptakannya vape adalah untuk membantu para pecandu rokok mengurangi bahkan berhenti merokok, mulia sekali bukan? Konsep vape adalah mengalihkan rokok tembakau ke rokok elektrik yang dinilai jauh lebih aman untuk kesehatan. 


Benarkah vape lebih aman dari rokok tembakau?

Vape dan Rokok Lebih Berbahaya Mana?

Banyak orang yang mengira vape lebih baik daripada rokok. Padahal, vape tetap mengandung nikotin, zat yang sangat adiktif. Oleh karena itu, kenali dulu berbagai macam bahaya yang bisa ditimbulkan vape berikut ini.

Baca juga: 23 Fakta Menarik Seputar Otak Manusia

1. Menyebabkan kecanduan seperti rokok

Sama dengan rokok tembakau, vape juga mengandung nikotin, yang berarti dapat menyebabkan ketergantungan. Orang yang menggunakan vape tetap berisiko mengalami ketergantungan, karena tabung dengan tegangan tinggi pada vape dapat mengalirkan nikotin dalam jumlah besar ke dalam tubuh.

Ketika Anda menghirup nikotin, zat ini akan masuk ke otak hanya dalam waktu sekitar 10 detik. Reaksi otak terhadap nikotin adalah memproduksi hormon adrenalin, yang membuat Anda merasa lebih bersemangat dan berenergi.

Nikotin tersebut berasal dari liquid vape, kandungannya berbeda-beda (6 ml - 12 ml). Ada juga liquid yang tidak mengandung nikotin sama sekali. Untuk itu, cobalah beralih ke liquid yang lebih 'aman'.


2. Buruk bagi kesehatan paru

Nikotin dapat menyebabkan peradangan pada paru-paru, mengurangi kemampuan jaringan untuk melindungi dari zat asing. Nikotin darimanapun asalnya, tetap saja berbahaya bagi jaringan paru-paru.

Selain memiliki dampak buruk bagi paru, nikotin yang terkandung didalam vape juga berpengaruh di organ lain seperti otak, jantung dan sistem kekebalan tubuh.

Pasalnya nikotin yang terserap melalui aliran darah akan menstimulasi kelenjar adrenal untuk mengeluarkan hormon epinefrin (adrenalin) yang mengakibatkan  tekanan darah naik, laju pernapasan dan denyut jantung semakin cepat. Salin itu, nikotin juga mengaktifkan dopamin di otak yang mengakibatkan efek ketergantungan.


3. Beralih ke vape tidak menjamin anda berhenti merokok

Vape dan Rokok Lebih Berbahaya Mana?

Banyak orang menggunakan vape sebagai alasan untuk berhenti merokok. Namun, Food and Drugs Association (Badan POM Amerika) belum menyetujui vape sebagai cara yang aman atau efektif untuk membantu seseorang berhenti merokok.

Selain itu, nikotin dalam vape adalah zat adiktif, yang dapat membuat kecanduan. Sedikit nikotin yang masuk ke dalam tubuh akan membuat Anda mencari zat nikotin yang lebih besar jumlahnya di kemudian hari.

Oleh karena itu, tidak disarankan untuk menggunakan vape sebagai metode untuk menghentikan kecanduan rokok tembakau. Cara terbaik untuk itu adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, dukungan dari orang-orang terdekat, dan menjalani beberapa terapi.

Baca juga: Pembahasan Lengkap Mengenai Obat Viagra, Efek, Resiko dan Harga Pil Biru Ini


4. Menyebabkan kanker

Nikotin cair beserta zat pelarut propilen glikol, gliserin, dan dieter glikol jika dipanaskan akan menghasilkan zat nitrosamine. Zat ini dapat memicu terjadinya kanker.

Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang berasal dari University of Nevada menyatakan bahwa vape mengandung zat formaldehid yang bersifat karsinogenik alias pemicu kanker.

Dalam penelitian tersebut, para ahli menyebutkan zat formaldehid tersebut dapat masuk dan langsung terserap di dalam paru-paru, sehingga menimbulkan peluang kanker paru yang cukup besar.


5. Membahayakan orang sekitar

Jika bahaya rokok bagi orang sekitar dirsebut perokok pasif, maka vape disebut vapers pasif? Entahlah. 

Paparan nikotin pada orang lain dapat menimbulkan kecanduan. Pada anak, hal ini dapat menimbulkan gangguan perkembangan otak. Selain itu, paparan nikotin pada ibu hamil juga dapat memengaruhi kesehatan janin dalam kandungan.

Vape atau rokok elektrik ternyata sama bahayanya dengan rokok tembakau. Lebih parahnya, biaya yang dibutuhkan untuk ‘menikmati’ bahaya vape tergolong tidak sedikit. Dengan ini, Anda menjadi rugi dua kali lipat: rugi kesehatan dan rugi finansial.


Pembahasan lengkap mengenai bahaya vape


Demikian, beberapa bahaya yang disebabkan oleh vape. Sebenarnya penulis sendiri adalah seorang penikmat vape yang sebelumnya perokok aktif. 

Note: Jawaban di bawah berasal dari opini penulis, bukan dari riset seperti di atas.

Vape telah berhasil membantu saya untuk 100% berhenti merokok. Vape sama sekali tidak berbahaya, yang berbahaya adalah kandungan liquidnya. Jadi pastikan anda membeli liqiud berkualitas, bukan yang dijual di pasar malam.

Baca juga: Manfaat Tempe Bagi Kesehatan, Makanan SuperFood Khas Indonesia

Atau anda bisa memilih liqiud yang tidak mengandung nikotin sama sekali. Emang ada? Ada kok. Tapi saya setia menggunakan liqiud dengan jumlah 3 ml - 6 ml. Yang penting penggunaan (menghisap vape) tidak sesering merokok, beri jeda beberapa saat. 

Sekadar saran, pilih liqiud vape yang beraroma enak (dibaca = segar) jadi orang di sekitar tidak akan terganggu dengan baunya, tapi tetap saja terganggu dengan asapnya, hehe. Paling tidak kan sudah meminimalisir gangguan.

Posting Komentar

0 Komentar