Apa Itu Rubella, Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahannya

CASHDIK.COM - Campak Jerman atau lebih dikenal sebagai Virus rubela adalah  infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit yang menyerang anak-anak, orang dewasa, termasuk ibu hamil. Virus rubela dapat menyerang bagian saraf atau otak yang kemudian menyerang kulit ditandai dengan timbulnya bercak merah seperti campak biasa.


apa itu virus rubella


Meskipun sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Selain disebabkan oleh virus yang berbeda, efek campak umumnya lebih parah dibandingkan rubella.

Baca juga: Apa Itu Skincare dan Seberapa Penting Fungsinya Bagi Wanita?


Pada umumnya, virus rubela hidup di daerah tropis, subtropis, dan pada daerah yang memiliki musim semi.


Apakah virus rubella berbahaya?

Semua orang berisiko terkena rubella. Rubella pada anak dan dewasa membaik dengan cepat, tidak bahaya, dan jarang menyebabkan komplikasi. Rubella hanya berbahaya jika terjadi pada wanita hamil. Jika wanita hamil terinfeksi virus, khususnya selama 4 bulan pertama kehamilan, bayi berisiko mengalami kecacatan atau bahkan lahir mati.


Tanda atau gejala dari rubella seperti apa?

Anak-anak yang terinfeksi rubella mungkin saja tidak menunjukkan gejala. Umumnya, gejala muncul 2-3 minggu setelah terpapar virus. Gejala rubella yang sering terjadi yaitu:
  • Ruam kulit pada kepala menyebar ke tubuh, selama 2-3 hari
  • Sakit kepala, demam ringan
  • Hidung tersumbat atau ingusan
  • Kelenjar getah bening leher dan belakang telinga membengkak

Rubella pada dewasa dan remaja dapat ditambah dengan gejala berikut ini:

  • Hilang napsu makan
  • Konjungtivitis (infeksi kelopak mata dan bola mata)
  • Sendi bengkak dan nyeri, pada wanita usia muda
  • Gejala ini biasanya hilang dalam beberapa hari namun dapat lebih lama.

Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila kamu memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter.


Diagnosis rubella

Ruam kemerahan yang disebabkan oleh rubella, yaitu ruam berwarna merah muda yang tidak menonjol, memiliki kemiripan dengan beberapa penyakit kulit lain. Guna memastikan diagnosis rubella, dokter akan melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi keberadaan antibodi rubella.

Adanya antibodi rubella di dalam darah menjadi pertanda bahwa seseorang sedang atau pernah terinfeksi rubella. Namun, keberadaan antibodi ini juga bisa menandakan pasien pernah menerima imunisasi rubella.

Cara mencegah virus rubella

cara menjegah virus rubella

Rubella dapat dicegah dengan imunisasi MMR atau MR. Selain memberikan perlindungan terhadap rubella, vaksin MMR juga dapat mencegah gondongan dan campak. Sedangkan vaksin MR tidak melindungi dari gondongan. Lebih dari 90% penerima vaksin MMR akan kebal dari serangan rubella.

Imunisasi MMR dianjurkan untuk dilakukan dua kali, yaitu pada usia 15 bulan dan 5 tahun. Pada orang yang belum pernah mendapat imunisasi MMR, vaksin ini dapat diberikan kapan saja.


Wanita yang sedang merencanakan kehamilan dianjurkan untuk menjalani tes darah. Jika hasil tes menunjukkan tidak ada kekebalan terhadap rubella, vaksin MMR akan diberikan, dan setidaknya satu bulan kemudian baru boleh hamil. Vaksin ini tidak boleh diberikan saat sedang hamil.

Jika terdapat kontak dengan penderita rubella atau curiga terpapar oleh virus rubella, wanita hamil perlu segera ke dokter kandungan untuk menjalani pemeriksaan.


Dampak rubella terhadap ibu hamil
dampak rubella terhadap ibu hamil

Rubella memang tergolong penyakit yang tergolong ringan. Namun, berbeda jika rubella sudah menyerang ibu hamil. Pasalnya, rubella sangat berbahaya bagi ibu hamil dan janinnya. Siapapun yang tidak divaksinasi terhadap Campak Jerman berisiko terkena penyakit ini.


Virus ini paling berbahaya jika ibu hamil terinfeksi pada awal kehamilan, terutama pada 12 minggu pertama (trimester pertama).

Sedangkan Congenital Rubella Syndrome (CRS) adalah kondisi yang terjadi pada janin di dalam rahim ibu yang terinfeksi virus tersebut. CRS dapat mempengaruhi hampir segala sesuatu di tubuh bayi yang sedang berkembang.

Cacat lahir yang paling umum dari CRS dapat mencakup:

  • tuli
  • katarak
  • cacat jantung
  • cacat intelektual
  • kerusakan hati dan limpa
  • berat badan lahir rendah
  • ruam kulit pada saat lahir

Komplikasi lainnya dapat mencakup:

  • glaukoma
  • kerusakan otak
  • tiroid dan masalah hormon lainnya
  • radang paru-paru
  • autisme
  • diabetes melitus

Pengobatan

Tidak ada obat khusus untuk mengobati rubella atau membuat penyakit ini sembuh lebih cepat. Dalam banyak kasus, gejala ringan dapat dirawat dengan istirahat dan obat-obatan untuk demam.


Namun, cara terbaik menghindarinya adalah dengan vaksinasi. Vaksin rubella tersedia dalam formulasi monovalen atau lebih sering dalam kombinasi dengan vaksin lain seperti vaksin campak (MR), campak dan gondok (MMR), atau campak, gondok, dan varicella (MMRV).

Sumber: alodokter, theasianparent, hellosehat, wikipedia

Posting Komentar

0 Komentar