Menuntut Hak Karyawan yang Seharusnya Dipenuhi oleh Perusahaan

Menuntut Hak Karyawan yang Seharusnya Dipenuhi oleh Perusahaan

CASHDIK.COM - Keluh kesah seorang karyawan memang ada banyak sekali. Kali ini saya akan memaparkan beberapa point krusial yang berhubungan dengan hak sebagai karyawan di sebuah perusahaan.

Saya banyak menuliskan pengalaman saya yang sudah bekerja di berbagai perusahaan. Pekerjaan yang terakhir saya lakoni adalah yang terparah, dimana saya tidak mendapatkan slip gaji, tidak didaftarkan di BPJS Kesehatan maupun ketenagakerjaan, perusahaan tidak menaikan gaji karyawan kecuali kita mengemis kepada yang bersangkutan.

menuntut hak karyawan yang seharusnya dipenuhi perusahaan


Baca juga: Pengalaman Bekerja Sebagai Promotor Oppo (True Story)

Padahal perusahaan tempat saya bekerja sudah mencukupi untuk melakukan itu semua. Saat saya komplain mengenai hal ini, kamu tahu apa yang saya dapat? Saya dibilang terlalu idealis, padahal sudah jelas ini adalah hak sebagai karyawan dan kewajiban bagi perusahaan. Saya tidak asal ngomong, memang ada undang-undang yang mengaturnya.

Berikut saya kutip dari HukumOnline mengenai perusahaan yang tidak mendaftarkan diri di BPJS:


Pemberi Kerja secara bertahap wajib mendaftarkan dirinya dan pekerjanya sebagai peserta kepada Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) sesuai dengan program jaminan sosial yang diikuti, meliputi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan, tidak bisa salah satunya saja. 
Apabila tidak mengikutsertakan pekerjanya secara bertahap ke BPJS (Kesehatan maupun Ketenagakerjaan) dan hanya mengikutkan pekerjanya salah satu program BPJS saja, maka pemberi kerja dapat dikenakan sanksi administratif. Sumber: hukumonline

Jika perusahaan tempat kamu bekerja masih ngeyel dengan peraturan tersebut, tidak ada salahnya kamu melaporkannya ke situs BPJS. Saya sudah beberapa kali melaporkan tapi minim respons, mungkin hasilnya berbeda jika kamu langsung datang ke kantor BPJS.

Jangankan BPJS, slip gaji saja tidak saya terima. Padahal ini hak paling remeh dari seorang karyawan. Hal ini juga tertera jelas dalam peraturan perundang-undangan.

Berdasarkan UU Ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan (“PP Pengupahan”) mengatur secara jelas bahwa pengusaha wajib memberikan bukti pembayaran upah yang memuat rincian Upah yang diterima oleh pekerja/buruh pada saat upah dibayarkan. Sumber: hukumonline.

Sebanyak duakali saya meminta slip gaji secara personal, yang pertama diberikan dan yang kedua saya dibilang sok idealis karena terlalu banyak menuntut hak dan kewajiban. 

Baca juga: Ketahui Cara Kerja Pinjaman Online yang 'Mencekik' Korbannya

Poin yang berikutnya saya yakin hanya sedikit yang mengetahui jika wanita yang sedang haid (menstruasi) tidak diwajibkan bekerja di hari pertama dan kedua semasa haid. Ya, kamu tidak salah baca, aturan itu memang ada dalam undang-undang.


Pengaturan mengenai cuti haid dapat kita jumpai dalam Pasal 81 ayat (1) Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (“UUK”) yang menyebutkan bahwa pekerja/buruh perempuan yang dalam masa haid merasakan sakit dan memberitahukan kepada pengusaha, tidak wajib bekerja pada hari pertama dan kedua pada waktu haid.

Selanjutnya, Pasal 81 ayat (2) UUK mengatur bahwa pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (1) diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama. Pengusaha juga wajib membayar upah apabila pekerja/buruh perempuan yang sakit pada hari pertama dan kedua masa haidnya sehingga tidak dapat melakukan pekerjaan. Sumber: hukumonline


Sayangnya, hanya segelintir perusahaan yang melalukannya, karena memang tidak semua karyawan menyadari adanya aturan ini. Itulah gunanya membaca, untuk menuntut hak mu dan tahu apa yang menjadi landasan adanya aturan tersebut.

Jika kamu sudah mengetahuinya, tidak ada salahnya untuk mencoba menuntut apa yang seharusnya kamu dapat. Tapi sebelumnya, kamu juga harus berkaca apakah kinerjamu bagus hingga pantas untuk menuntut keadilan. Jika kamu saja tidak memenuhi kewajibanmu sebagai karyawan, untuk apa perusahaan memenuhi kewajibannya?

Baca juga: Pengalaman Saya Menulis di Jitunews.com, Berapa Bayarannya?

Saya bekerja di perusahaan yang saya ceritakan di atas, walaupun lingkungannya bagus dan jam kerjanya tak terlalu mengikat, saya hanya bertahan kurang dari setahun. Apakah saya menyesal? Ya, saya menyesal karena tidak resign lebih cepat.

Posting Komentar

0 Komentar