Pengalaman Bekerja Sebagai Promotor Smartphone Oppo (True Story)

CASHDIK.COM - Dunia kerja tak seindah yang kita kira juga tak semenakutkan yang dibayangkan. Saya sudah mengembara di berbagai bidang pekerjaan, mulai dari IT, penulis, pramuniaga, waitress, sampai sales.

Menjadi sales atau promotor mengharuskan kita bertemu banyak orang, berbicara lebih banyak dan menyapa orang tak dikenal demi menawarkan produk yang kita jual. Fyi, saya hanya mampu bertahan kurang dari tiga bulan di pekerjaan tersebut.

Baca juga: Pengalaman Saya Menulis di Jitunews.com, Berapa Bayaranya?


Pengalaman bekerja sebagai promotor Oppo

Jadi ini adalah pengalaman teman saya yang telah satu tahun menjadi promotor. Sebut saja Deni, dia adalah promotor brand smartphone Oppo.


Pengamalan bekerja sebagai promotor Oppo


Sebagai seorang promotor, dirinya ditarget dalam sebulan harus menjual 30-40 produk smartphone Oppo. Ingat, hanya merk Oppo saja yang dihitung, brand lain tidak termasuk. Bayangkan saja, dengan target sebanyak itu bagaimana dirinya menjual produknya? 

Caranya antara lain adalah beriklan di sosmed, fb pribadi, grup jual beli, Instagram dan whatsapp pribadinya.

Apakah kamu pernah membeli hp langsung ke tokonya? Jika diperhatikan, seorang promotor akan mempromosikan produk mereka sendiri, dia akan menjelaskan bahwa produknya lebih baik dari merk lain yang kamu inginkan. Padahal kenyataannya belum tentu. 

Anggap saja, seorang promotor akan menjelaskan kekurangan brand lain dan membanggakan produknya hingga kamu berubah pikiran untuk menerima tawarannya itu. See?

Baca juga: Daftar Hak Karyawan yang Harusnya Dipenuhi oleh Perusahaan

Hal tersebut seakan sudah menjadi kewajiban seorang promotor. Jika tidak, mereka tidak akan mencapai target. Akibatnya, mereka tidak akan menerima bonus (insentif) dan hanya menerima gaji pokok sesuai dengan UMK di daerah tempatnya bekerja.

Teman saya itu bekerja selama 10 jam (11:00 - 21:00), kadang lebih jika tokonya ramai dan belum selesai melayani pelanggan walaupun sudah jam pulang. Tentu saja ada waktu istirahat selama 1 jam, itupun kadang tidak diambil karena ingin mengejar target bulanan.


Pengalaman bekerja sebagai promotor Oppo



Kelebihan dan kekurangan bekerja sebagai promotor Oppo


Kelebihan, jika daerah tempat dia bekerja dapat mencapai target (target wilayah, bukan target pribadi) maka dia dapat jatah libur bersama dengan teman-teman satu wilayahnya, biasanya outbond di daerah pegunungan selama 1 hari.

Kekurangan, yang pertama, kamu tidak boleh libur saat weekend (sabtu-minggu) karena di hari tersebut kemungkinan produk terjual lebih besar dibanding weekday. Dipotong gaji jika ijin, entah itu sakit, acara keluarga, bahkan menikah! Saya pernah mengajaknya liburan di hari minggu, dia izin dengan alasan acara keluarga. Dan apa yang terjadi? Gajinya dipotong 250 untuk sehari!

Baca juga: Kupas Tuntas Modus Penipuan dan Cara Kerja Multi Level Marketing (MLM)

Bukan hanya itu, telat absen juga ikut dipotong, entah itu absen masuk kerja atau saat mengikuti meeting. Telat di hari biasa, potongan Rp 1.000 - 2.000/ 5 menit, telat meeting dipotong Rp. 20.000. Yang terakhir, jika tidak mencapai target selama tiga bulan akan di kick out dari perusahaan. Lumayan ngeri ya?


Berapa gaji seorang promotor Oppo?


Sistemnya adalah gaji pokok sesuai UMK masing-masing + bonus penjualan + bonus target. 

Bonus target adalah bonus dari berapa jumlah smartphone Oppo yang dijual (30-40 unit sebulan). Sedangkan bonus penjualan adalah bonus dari seri yang kamu jual. Misal, tiap menjual Oppo A5s akan mendapat bonus Rp. 5.000 per unit dan tiap menjual Oppo Reno mendapat bonus Rp. 100.000 per unit. Jadi bisa dibilang gaji seorang promotor cukup besar, minimal setara UMK jika tak mencapai target.

Tambahan: Jika kamu mampu menjual smartphone melebihi target yang ditetapkan, kamu akan mendapat banyak bonus. Bisa berupa uang (nominal tergantung penjualan), hadiah (sepatu, powerbank, earphone), bahkan kamu diajak traveling di tempat wisata epic.

Namun, jika kurang dari target bahkan masuk ke redzone, ya siap-siap saja dipecat. Mungkin selama 3 bulan tidak mencapai target.

Demikian ulasan saya mengenai pengalaman bekerja sebagai promotor smartphone Oppo. Semoga penjelasan di atas bisa membantu kamu memutuskan untuk bekerja sebagai promotor atau tidak.


Catatan:

Bisa dibilang bahwa opini di atas bersifat subjektif karena hanya berdasar pandangan beberapa orang dalam satu wilayah. Entah di wilayah lain aturan kerjanya sama atau tidak.

*Koordinator wilayah di tempat teman saya bekerja juga sering berkata kasar di grub chat kepada anak asuhnya karena menurutnya tidak bisa berjualan dengan baik (gak becus kerjanya).

Baca juga: Ingin Menabung Rp 10 - 100 Juta Dalam Setahun? Begini Caranya

Posting Komentar

0 Komentar