Apa Perbedaan SIM A, B, C dan SIM D, Surat Izin Mengemudi Perorangan dan Umum

CASHDIK.COM - Setiap pengendara di jalanan secara hukum diwajibkan untuk memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi) dengan usia minimal 17 tahun. Nyatanya, banyak sekali anak-anak yang mengemudikan kendaraan mereka tanpa surat.

Sekarang, anak SD pun sudah berlalu lalang di jalanan. Asal sudah bisa mengendarai berarti mereka sudah 'jago' dong? Padahal anak kecil di jalanan dan kurang memahami etika berkendara bisa saja membahayakan orang lain.

Perbedaan SIM Perorangan dan Umum


Surat Izin Mengemudi sendiri berfungsi sebagai bukti kompetensi (kemampuan) seseorang dalam mengemudikan kendaraan mereka. Di Indonesia, pihak yang menerbitkan Surat Izin Mengemudi (SIM) adalah Kepolisian Negara Republik Indonesia (POLRI).

Baca juga: Siapa Penemu Kaca Spion, Sejarah dan Asal-usulnya

Setiap Calon pengemudi harus memenuhi syarat-syarat tertentu seperti persyaratan usia, administratif, kesehatan dan lulus ujian untuk dapat memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM) yang diinginkan. SIM tidak hanya satu jenis, ada banyak jenisnya sesuai dengan kendaraan yang dipakai. Seperti SIM A, SIM C, SIM B I, SIM B II, dan SIM D. Lantas apa perbedaan dari SIM tersebut?

Di Indonesia terdapat lima jenis SIM, yakni SIM A, SIM B I, SIM B II, SIM C, dan SIM D. Dari kelima jenis tersebut, penggolongan SIM ada dua, yaitu perseorangan dan umum. SIM umum tidak ada pada SIM C (sepeda motor) dan SIM D (penyandang cacat).





Surat Izin Mengemudi (SIM) Perorangan

Berikut ini adalah golongan-golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) perorangan dan persyaratan yang harus dipenuhi untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi Kendaraan bermotor Perorangan :

Surat Izin Mengemudi (SIM) A berlaku untuk mengemudikan kendaraan mobil penumpang dan barang perorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg
Syarat usia: Minimal 17 Tahun

Surat Izin Mengemudi (SIM) B I berlaku untuk mengemudikan kendaraan mobil penumpang dan barang perorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg
Syarat usia: Minimal 20 Tahun



















Baca juga: Apa yang Harus Dilakukan saat Dikejar Begal?
 
Surat Izin Mengemudi (SIM) B II berlaku untuk mengemudikan kendaraan
alat berat, kendaraan menarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan perorangan dengan berat yang diperbolehkan untuk keretan tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
Syarat usia: Minimal 21 Tahun

Surat Izin Mengemudi (SIM)C berlaku untuk mengemudikan Sepeda Motor.
Syarat usia: Minimal 17 Tahun

SIM D berlaku bagi penyandang cacat yang mengemudikan kendaraan bermotor.


Surat Izin Mengemudi (SIM) UMUM

Perbedaan SIM A, B dan C

 

Sedangkan dalam Pasal 8 mengenai SIM umum, tidak ada yang membedakan untuk berat kendaraan dan jenisnya. Tapi harus berdasarkan pelat kendaraan. Jika kendaraan yang digunakan berpelat kuning (umum), maka diwajibkan pengemudi memiliki SIM A Umum, SIM BI Umum, dan SIM BII Umum.
SIM yang diterbitkan oleh Satpas ini berlaku selama lima tahun dan dapat diperpanjang.


SIM A Umum: Surat Izin Mengemudi A berlaku untuk mengemudikan kendaraan mobil penumpang dan barang Umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg
Syarat usia: Minimal 20 Tahun

SIM B I Umum: Surat Izin Mengemudi B I berlaku untuk mengemudikan kendaraan mobil penumpang dan barang Umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg
Syarat usia: Minimal 22 Tahun

SIM B II Umum: Surat Izin Mengemudi B II berlaku untuk mengemudikan kendaraan alat berat, kendaraan menarik, atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan Umum dengan berat yang diperbolehkan untuk keretan tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.
Syarat usia: Minimal 23 Tahun

Referensi: https://ilmupengetahuanumum.com/jenis-surat-izin-mengemudi-sim-syarat-untuk-membuat-sim-di-indonesia/

Posting Komentar

0 Komentar