Apakah Seorang Muslim Haram Memakai Teknologi Kafir?

Apakah Seorang Muslim Haram Memakai Teknologi Kafir?

CASHDIK.COM - Di tengah perkembangan teknologi yang makin pesat, masih saja banyak masyarakat Indonesia yang konservatif. Mereka menilai bahwa kita tidak boleh meniru kaum kafir, entah itu gaya hidup, perilaku bahkan teknologi.

Sampai-sampai muncul pernyataan absurd dari kaum konservatif, khususnya mereka yang fanatik agama dan menolak perbedaan. Umumnya seperti ini:


"Jangan niup terompet pas tahun baru, itu mirip kaum yahudi!"

"Kamu cowok kok rambutnya panjang? Jangan niru kaum kafir dong!"

Dan yang paling banyak disuarakan:

"Bolehkah umat muslim menggunakan teknologi orang kafir? Bukankah hukumnya haram?"

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, biarkan saya menceritakan sebuah kisah.


KH Ahmad Dahlan
KH Ahmad Dahlan

Suatu hari di hari yang cerah, KH Ahmad Dahlan muda sedang membereskan sekolah rintisan beliau bersama para santri - santri beliau. Sekolah yang didirikan oleh KH Ahmad Dahlan saat itu bertujuan untuk memberi pendidikan kepada masyarakat kurang mampu di sekitar tempat beliau.

FYI, sekolah tersebut sering mendapat tuduhan sebagai sekolah orang kafir lantaran sistem pendidikan mereka yang mencontoh model sekolah pendidikan bangsa barat yang dianggap bangsa kafir.

Ketika sedang membereskan sekolah tersebut, datanglah seorang Guru/Kyai dari Magelang mampir melihat - lihat sekolah tersebut. Kedatangannya sebab karena keresahan tentang Sekolah Kafir tersebut sudah sampai di telinga masyarakat di tempat tinggal Guru tersebut

Guru tersebut melihat - melihat seisi sekolah dan memasang muka "ohh ternyata begitu". Menurut si Guru, wajar jika sekolah rintisan KH Ahmad Dahlan tersebut dianggap sebagai sekolah kafir. Ternyata sekolah tersebut menggunakan kursi, papan tulis, meja, dan lain - lain. Sangat berbeda dengan sekolah/madrasah pada umumnya saat itu yang dimana muridnya duduk mengelilingi gurunya

Mendapat perkataan berikut, KH Ahmad Dahlan muda lantas tidak menaikkan nadanya, namun beliau bertanya kembali kepada si Guru tersebut

"Punten Kyai, saya mau bertanya"

"Oh silahkan"

"Kyai datang dari Magelang ke sini naik apa ? Jalan kaki ?"

"Naik kereta Api"

"Lantas kalau begitu nanti Kyai pulang jalan kaki saja"

"Lah mengapa"

"Karena kereta api itu perlengakapan buatan orang kafir"

Guru tersebut tertunduk malu dan segera pamit pulang.

Baca juga: 7 Pertanda Bahwa Kamu Orang Jenius, Cari Tahu Disini!

Sebagai negara yang dipenuhi perbedaan, ada baiknya kita menerima hal itu, bukan malah memaksakan kepercayaan kita terhadap orang lain. Hal yang dipaksa, hasilnya tidak akan baik. Hargai perbedaan, belajar agama memang baik tapi jangan lupa untuk memanusiakan orang lain. 

Sumber: Quora

Posting Komentar

0 Komentar