Kemungkinan Meninggal Hanya 2%, Kenapa Dunia Dibuat Panik oleh Virus Corona?

CASHDIK.COM - Corona Virus atau COVID-19 telah sampai ke Indonesia dan hingga artikel ini ditulis setidaknya sudah ada 69 kasus Corona di negara kita. Bukan tidak mungkin virus ini makin meluas mengingat kurangnya perhatian dari pemerintah dan institusi kesehatan terkait deteksi maupun pencegahan awal.

Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bahkan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona dan telah melakukan semi lockdown untuk Kota Solo selama 14 hari, bahkan salah satu pasien meninggal diduga akibat corona


penyebaran virus corona di indonesia


Baca juga: Apa Itu Rubella, Gejala, Penyebab dan Cara Pencegahannya

Perlu diketahui bahwa kemungkinan meninggal dunia akibat virus corona adalah sekitar 2% dari total kasus. Artinya, kemungkinan sembuh dari virus corona mencapai angka 98%. Lantas mengapa dunia begitu panik dengan virus yang kurang berbahaya ini?

Perumpamaan ini akan menjawabnya. Jika terdapat 2 jenis virus yang sama-sama cepat menyebar sekaligus membunuh, yakni viurs X dengan kemungkinan meninggal 90% dan virus Y yang hanya 2%, manakah yang lebih berbahaya?

Sekilas virus X terlihat jauh lebih berbahaya dibandingkan virus Y. Namun, faktanya kedua virus ini sama-sama berbahaya. Ketika sebuah virus dengan sangat cepat membunuh 90% host-nya maka hanya ada tersisa 10% pasiennya yang masih bertahan untuk menyebarkan virus tersebut. Tetapi sebaliknya, andaikata virus "hanya" membunuh 2% host-nya, ada potensi untuk 98% penderita sisanya menyebarkan virus ini lebih luas lagi. 

Sewaktu 90% inang virus tadi berpotensi jadi penular, tentu network effect-nya pun akan menjadi jauh lebih besar sehingga agen-agen virus seperti ini relatif jauh lebih cepat meluas. Satu orang bisa menularkan ke tiga orang, tiga orang bisa menularkan ke sembilan orang lain dan seterusnya. 

Hal ini adalah salah satu alasan mengapa novel coronavirus (COVID-19) mewabah. 

Baca juga: Pembahasan Lengkap Tentang Obat Viagra, Efek, Resiko dan Harga

Dan seperti yang sudah-sudah, sejarah mencatat hal ini bukan masalah kecil.

Walaupuin kemungkinan meninggal hanya 2% dan lebih banyak kesempatan untuk sembuh, tapi jika corona sudah menyebar ke 1 juta bahkan 10 juta penduduk. Berapa orang yang harus kehilangan nyawanya? Angka 2% tersebut bukan sesuatu yang bisa diremehkan lagi.

Mengingat jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 164 juta orang. Sudah selayaknya kita semua menjaga kesehatan dari virus ini. Semoga pemerintah dan institusi kesehatan makin sigap dalam pencegahan corona yang kian mewabah. 

Walaupun sedikit sekali kemungkinan kamu meninggal, namun jika kamu memiliki sistem imune yang lemah, kemungkinan untuk meninggal akan jauh lebih besar. Oleh karenanya lansia dan balita adalah yang paling renta dibanding yang lain. Pada akhirnya seleksi alam yang akan bekerja, mereka yang kuat yang akan bertahan. Selamat berjuang!

Posting Komentar

0 Komentar