Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Bekerja Menjadi Seorang Sales (SPG/SPB)

CASHDIK.COM - Kamu pasti sudah sering mendengar istilah sales dan marketing. Banyak dari kita mengira bahwa kedua hal tersebut adalah sama, nyatanya berbeda. Marketing fokus pada memahami keinginan market dan calon pembeli. Makanya dinamakan market-ing.

Marketing adalah pekerjaan dibalik layar yang didalamnya berkumpul orang-orang yang senang dengan konsep dan riset.

Setelah paham apa yang dibutuhkan market, bagian produksi akan membuat produknya. Setelah selesai dengan tetek bengek produsi, barang itu dilempar ke bagian sales dengan bekal product knowledge dari bagian marketing.

Tugas sales atau SPG adalah menjual produk itu ke market hasil riset dari bagian marketing. Orang-orang di bagian sales biasanya lebih praktis dan first mover, berbeda dengan orang-orang marketing.


Kembali lagi ke topik utama, yakni pengalaman menjadi seorang sales. Pekerjaan ini lebih cocok untuk orang yang senang berinteraksi dengan orang lain, bagi introvert tampaknya kamu akan dipaksa menjadi orang lain saat bekerja sebagai sales.

Baca juga: Kupas Tuntas Penipuan Berkedok Multi Level Marketing (MLM)

Saat pertama kali bekerja tentunya kamu akan diajarkan cara melayani konsumen, menghafalkan (nama, harga, jenis, spesifikasi, cara penggunaan, kelebihan dan kekurangan) produk yang kamu jual. Kamu juga sedikit belajar psikologi, bagaimana menyapa konsumen, cara berbicara dengannya, cara bereaksi terhadap konsumen yang tempramen (ada kok) dll. 

Jika kamu seorang wanita maka siapkan stamina kamu untuk berdiri berjam-jam sambil menggunakan sepatu hak tinggi. Ya, karena pekerjaan ini butuh stamina dan penampilan yang menarik, karenanya banyak SPG yang berusia relatif muda. 

Saatnya kita masuk ke poin suka duka menjadi seorang sales khususnya SPG (Sales Promotion Girl). 

1. Seringkali menerima pelecehan verbal (catcalling, digoda, dll). Bahkan ada yang ditawar oleh om-om atau bahkan mas-mas yang nakal. Seperti, ketika sedang mendeskripsikan produk sambil promosi, mereka menjawab “saya beli, tp kamu mau dong pulang nya saya anter?”


 2. Dipandang sebelah mata oleh orang lain. Bukan hal baru jika pekerjaan SPG jadi pekerjaan yang rendah dimata orang lain. Banyak yang menatap dengan pandangan merendahkan, nada yang mengejek, bahkan ada teman yang menjauh seakan ini pekerjaan yang hina. Positifnya, kamu bisa menyeleksi siapa temanmu yang asli.

3. Antri. Jika sudah jam pulang, semua akan lari-lari buru-buru mencari barisan supaya mereka bisa menjadi orang-orang awal yang diperiksa lalu dipersilakan pulang. Pemeriksaaan tas lumayan lama karena satpam tidak mau SPG mencuri barang toko. Kadang ada SPG yang suka menyerobot, di situlah pertikaian terjadi.

4. Tidak ada ruang ganti untuk SPG. Jadi sebaiknya cari tempat yang aman dari CCTV dan mata nakal saat berganti baju. 

5. Walau terlihat cantik di saat bekerja, hal itu akan berubah saat dibalik layar. Tempat istirahat yang seadanya, seringkali beralas kardus untuk menghindari dingginnya lantai, jajan seadanya (paling sering ke kantin yang murah meriah). 

Baca juga: Pengalaman Menjadi Seorang Admin Media Sosial

6. Jika kamu memiliki/membeli produk yang kamu jual/promosikan, pastikan barang tersebut sudah kamu stempel sebagai bukti kalau kamu telah membelinya (bukan hasil mencuri).

7. Pusing memikirkan target penjualan. Setiap hari seakan dikejar oleh target, jika tidak kuat bisa-bisa kamu stres. Juga akan muncul rasa tidak enak kepada atasan/bos saat kamu tidak mencapai target yang ditentukan.

Sepertinya sudah cukup untuk poin-poin tidak enaknya menjadi seorang sales. Saatnya ke poin positif soal enaknya bekerja sebagai sales.

1. Kamu bisa belajar banyak tentang bagaimana sikap orang menilai kamu yang posisinya dianggap lebih rendah darinya. Kemungkinan kamu akan lebih menghormati profesi orang lain.

2. Kamu akan mendapat bonus penjualan (uang di luar gaji) yang nominalnya lumayan besar jika kamu bisa mencapai/melebihi target yang ditentukan.

3. Belajar banyak soal produk yang kamu promosikan. Tak jarang kamu juga akan mengetahuin diskon diskon di sekitar tempat kamu bekerja, supermarket misalnya.

4. Karena sering bertemu banyak orang, tak menutup kemungkinan salah satu dari mereka akan menjadi teman baikmu bahkan bisa saja jadi pasanganmu.

Nah, begitulah kira-kira gambaran mengenai pekerjaan menjadi seorang sales (SPG/SPB) dari suka duka sampai cara kerja. Semoga bisa membantu kamu yang ingin bekerja di bidang tersebut. Terima kasih sudah membaca.




Kesdik Bayu
Kesdik Bayu Penulis yang masih magang

Posting Komentar untuk "Pengalaman Bekerja Menjadi Seorang Sales (SPG/SPB)"

Berlangganan via Email