Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengalaman Bekerja Sebagai Kurir (JNE, J&T, Tiki) Berapa Gajinya?

CASHDIK.COM - Seiring berjalannya waktu, kemajuan teknologi dan internet jadi kian pesat. Kegiatan belanja masyarakat kita pun mulai beralih dari pasar tradisional menjadi belanja online yang dinilai lebih praktis dan murah. 

Sistem belanja online sendiri mempertemukan penjual dan pembeli secara daring/virtual. Lantas bagaimana caranya barang tersebut sampai ke tangan pembeli tanpa mereka bertemu? Di sinilah jasa kurir dibutuhkan.

Kurir adalah seseorang yang mengantarkan berbagai macam paket dari penjual ke pembeli. Pekerjaan ini mulai ramai diminati setelah situs belanja online menjadi marak, khususnya di saat pandemi seperti ini. 


Namun pekerjaan ini acap kali dipandang sebelah mata oleh masyarakat. Ya, memang seorang kurir harus bekerja dan menghabiskan waktunya di jalan melawan teriknya matahari atau derasnya hujan. Oleh karena itu pekerjaan kurir dicap sebagai kerja 'kasar'. 

Nah jika kamu tertarik untuk menjajal pekerjaan ini, ada baiknya kamu mengetahui lebih dulu suka duka, sekaligus berapa gaji seorang kurir antar paket. Berikut daftarnya:

1. Alamat tidak sesuai:

Ini adalah kesalahan yang cukup sering terjadi dari pihak pembeli yang ceroboh dalam menulis alamat. Contohnya adalah kesalahan letak RT/RW yang terbalik, salah tulis nomor rumah, dll. Ada juga pembeli yang 'sengaja' menulis alamat tanpa detai, misal dia hanya mencantumkan RT/RW tanpa nomor rumah dan patokan lokasi, tapi menulis note di paket "silahkan cari sendiri, selamat berjuang!". Hal ini tentu saja membuat kurir jengkel, tapi mau tak mau paket harus diantar sampai tujuan.

2. Panas dan hujan 

Selanjutnya adalah faktor cuaca. Kurir lebih memilih mengantarkan paket saat cuaca cerah meski panas matahari terik sekali. Mengapa demikian? Karena kurir dituntut untuk menjaga keutuhan paket tanpa ada kerusakan. 

Tak jarang kurir harus memilih untuk mengenakan jas hujan atau menggunakan jas tersebut untuk melindungi paket yang ia bawa, salut! Kalau banjir gimana? Ya paket akan dibawa kembali ke gudang untuk diantar kemudian hari dengan alasan bencana alam/cuaca buruk. Mohon dimaklumi ya.

3. Rawan kecelakaan

Kita semua tau bahwa kurir menghabiskan sebagian besar waktunya di jalan. Hal inilah yang membuat dirinya rawan mengalami laka-lantas. Meskipun sudah berhati-hati, tapi orang lain belum tentu melakukan hal yang sama. Belum lagi kalau kena razia polantas. Semoga kurir selalu dalam perlindungan-Nya saat menjalankan tugasnya.

4. Dimarahi customer

Perkembangan teknologi yang tidak dibarengi dengan berkembangnya intelektualitas masyarakat kita seringkali memunculkan masalah baru. Bagaimana tidak, disaat paket tidak sesuai dengan ekspektasi pembeli mereka malah marah ke kurir yang tugasnya hanya mengantar bukan membungkus paket, karena itu sudah diluar kuasa kurir. Seperti kasus yang beberapa waktu lalu sempat viral sampai-sampai mengubah makna COD dari Cash on Delivery menjadi Cash or Duel.

Baca juga: Menuntut Hak Karyawan yang Harusnya Jadi Kewajiban Perusahaan

5. Seing lembur

Kurir yang mengantar paket seringkali dibuat lembur atau pulang telat gara-gara alamat pengantaran yang jaraknya jauh, daerah pelosok, rute yang ekstrem, paket overload, dan masih banyak lagi. Hal itulah yang menjadikan pekerjaan ini tidak tepat waktu. 

6. Diberi uang tip

Senangnya menjadi kurir adalah saat kita berhasil mengantarkan paket ke tangan pelanggan dan dia memberikan sejumlah uang sebagai tanda terimakasih. Jangankan diberi uang, diucapin terimakasih sambil senyum saja sudah cukup untuk menambah motivasi seorang kurir.


Itulah beberapa suka duka menjadi seorang kurir. Lantas berapa gaji kurir dari berbagai perusahaan? Dikarenakan minimnya informasi jadi penulis akan menyebutkan beberapa saja, sumber data ini didapat dari berbagai forum:

Gaji kurir pick-up ID Express: 

  • Gaji pokok UMK
  • Uang mingguan Rp. 50.000, jika dalam seminggu tidak libur + bonus Rp. 50.000 lagi
  • Uang bensin Rp. 250.000 - 300.000 per-bulan

Gaji kurir Shopee:

  • Pendapatan tergantung berapa paket yang diantar
  • Satu paket bernilai Rp. 1.800, jika berhasil mengirim 65 paket maka penghasilan sehari dibulatkan menjadi kurang lebih Rp. 150.000

Gaji kurir Tiki

  • Gaji pokok Rp 2.700.000
  • Uang Parkir Rp 100.000 (per bulan)
  • Uang servis Rp 300.000 (per bulan)
  • Uang kehadiran Rp 440.000 (per bulan)
  • Uang paket yang terkirim Rp 200.000 (per bulan dan harus diatas 90%
  • Uang bensin Rp 150.000 (per minggu)

Gaji kurir J&T

  • Gaji pokok kurang lebih Rp. 2.500.000 per bulan
  • Bonus pengiriman Rp. 1.000 per-paket 
  • Uang bensin
  • Bonus target drop point
Gaji kurir JNE 

  • Gaji pokok  Rp 2.700.000
  • Parkir Rp 100.000 (per bulan)
  • Biaya servis kendaraan pribadi Rp 300.000 (per bulan)
  • Kehadiran dan absensi Rp 440.000 (per bulan)
  • Insentif paket yang terkirim Rp 200.000 (per bulan dan harus diatas 90%)
  • Uang bensin Rp 150.000 per-minggu

Demikian sedikit informasi mengenai pekerjaan sebagai kurir antar paket. Setelah mengetahui informasi seputar pekerjaan ini apakah kamu berniat untuk bergabung dalam dunia antar paket yang serba cepat ini?

Baca juga:

  1. Pengalaman Bekerja Sebagai Promotor Oppo
  2. Pengalaman Bekerja Sebagai Karyawan Alfamart
  3. Pengalaman Bekerja Sebagai SPG dan SPB

Kesdik Bayu
Kesdik Bayu Penulis yang masih magang

Posting Komentar untuk "Pengalaman Bekerja Sebagai Kurir (JNE, J&T, Tiki) Berapa Gajinya?"