Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenapa Banyak Pasien Covid-19 yang Meninggal Usai Dirawat di Rumah Sakit?

CASHDIK.COM - Pandemi Covid-19 (coronavirus disease 2019) telah berjalan nyaris dua tahun lamanya. Di Indonesia sendiri Covid-19 telah dikonfirmasi mulai menyebar pada bulan Maret 2020 silam. Kasus ini mulai meningkat drastis usai mudik lebaran tahun ini, dan saat artikel ini ditulis jumlah pasien positif terkonfirmasi sejumlah 3,749,446 orang, dan menyebabkan 112,198 orang meninggal.

Covid 19 sendiri adalah jenis penyakit baru yang disebabkan oleh virus dari golongan coronavirus, yaitu SARS-CoV-2 yang juga sering disebut virus Corona. Secara umum gejala dari penyakit ini adalah mirip dengan flu biasa, seperti demam, batuk kering, dan sesak nafas. 


Karena gejala tersebut dianggap ringan, ada sebagian masyarakat yang menyepelekannya bahkan menganggap adanya covid tidak lebih dari konspirasi elit global saja. Pemikiran berbau konspirasi ini sering sekali penulis temui di lingkungan sekitar. Kebanyakan isi pikiran mereka adalah mempertanyakan peraturan yang memberatkan rakyat kalangan menengah ke bawah, mereka biasa menyebutnya aturan tanpa solusi

Baca juga: Kenapa Kehujanan Bikin Demam Sedangkan Mandi Tidak?

Sayangnya hal itu belum seberapa, ada yang lebih ekstrem lagi seperti, ada pihak yang mengambil keuntungan lewat bisnis vaksin, pihak rumah sakit sengaja meng-covidkan pasien guna mendapatkan insentif, dan pasien covid banyak yang meninggal usai dirawat di rumah sakit. 

Jika poin-poin di atas dijabarkan semua akan terlalu panjang untuk dijelaskan maka di postingan kali ini penulis hanya membahas tentang opini masyarakat yang menganggap pasien covid banyak yang meninggal gara-gara dirawat di rumah sakit. Apakah mereka meninggal gara-gara komplikasi obat? Apakah mereka dirawat secara asal-asalan? Apakah organ dalam mereka dijual setelah meninggal?

Kemungkinan akar dari pemikiran itu berasal dari bentuk protes atas ketidakadilan, dan kecewa dengan keadaan. Pada akhirnya buah dari pemikiran tersebut menimbulkan miskonsepsi. 


Logika sederhananya adalah jika kamu menderita covid dan hanya mengalami gejala ringan, pasti kamu lebih memilih untuk isolasi mandiri di rumah ketimbang ke rumah sakit yang jelas membutuhkan biaya lebih. Sedangkan, mereka yang dirawat di RS adalah yang mengalami gejala parah, dan kemungkinan juga menderita penyakit lainnya, seperti diabetes atau  paru-paru. 

Jadi wajar saja seakan-akan banyak orang positif Covid-19 yang meninggal setelah di rawat di rumah sakit karena memang sudah mengalami gejala parah dan punya penyakit bawaan lainnya. Bahkan ada beberapa kasus dimana pasien isoman meninggal di luar rumah sakit karena kurang mendapat fasilitas kesehatan. 

Jika ditelusuri lebih lanjut, orang yang meninggal di rumah sakit kebanyakan berada di usia yang tidak muda lagi. Merujuk pada data tingkat kematian berdasarkan kelompok usia sebagai berikut:

  • 0–5 tahun: 0,49%
  • 6–18 tahun: 0,14%
  • 19–30 tahun: 0.32%
  • 31–45 tahun: 1,26%
  • 46–59 tahun: 4,84%
  • >60 tahun: 11,75%
Pihak rumah sakit juga selalu mendata para pasien mereka guna memperjelas penyebab kematian dan riwayat penyakit yang diderita. Berdasarkan penjelasan sederhana di atas, ada baiknya kita sudahi cara berfikir ala konspirasi ini supaya tak ada pihak yang saling menyalahkan. Marilah kita saling membantu agar pandemi lebih cepat selesai. Terima kasih sudah membaca.

Kesdik Bayu
Kesdik Bayu Penulis yang masih magang

Posting Komentar untuk "Kenapa Banyak Pasien Covid-19 yang Meninggal Usai Dirawat di Rumah Sakit?"