Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Maksud Tersembunyi Dibalik Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan Mili Puan Maharani

CASHDIK.COM - Beberapa waktu belakangan masyarakat Indonesia disuguhkan dengan maraknya baliho 'Kepak Sayap Kebhinekaan' oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani di seluruh penjuru kota. Masyarakat dibuat bertanya tentang apa maksud dan tujuan dari baliho tersebut?

Naksud Tersembunyi Dibalik Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan Milik Puan Maharani

Politikus PDIP, Kapitra Ampera menjelaskan bahwa adanya baliho Kepak Sayap Kebhinekaan ini bukan bertujuan untuk menaikan nama Puan Maharani di sela-sela pandemi. Menurutnya, putri Megawati Soekarnoputri itu sudah terkenal meskipun tanpa baliho.

"Kan ibu Puan juga sudah dikenal kok di seluruh Indonesia ini. Jadi sebenarnya enggak perlu pakai baliho juga dikenal," ujar Kapitra Ampera dalam acara Catatan Demokrasi di YouTube tvOneNews seperti dikutip dari -- jaringan Suara.com, Kamis (12/8/2021).

Kader PDIP yang lain juga mengungkapkan hal senada, menurut mereka bahwa baliho ini adalah 'buah' dari diskusi Fraksi PDIP DPR RI ketika sedang berkumpul mengeluarkan ide sebagai bentuk kebebasan berpendapat. 

Sebagai bagian dari masyarakat, penulis akan membedah maksud tersembunyi dari maraknya baliho Kepak Sayap Kebhinekaan, dan tentu saja isinya mungkin agak subjektif. 

Pertama, masyarakat Indonesia seakan 'diteror' dengan hadirnya baliho yang jumlahnya tak main-main. Hal itu telah membuat masyarakat berpendapat bahwa baliho tersebut berhubungan dengan persiapan Pilpres 2024. Cukup masuk akal mengingat elektabilitas Puan Maharani masih kalah dengan kandidat lain untuk maju ke Pilpres, sebut saja Ganjar Pranowo, Anies Baswedan atau Ridwan Kamil.

Meskipun di baliho tersebut tidak menjelaskan pesan khusus dan hanya bertuliskan Kepak Sayap Kebhinekaan serta foto Puan yang hampir memenuhi seluruh bagian baliho. Tidak ada tulisan yang mengajak untuk memilih atau mendukung dirinya maju dalam Pilpres 2024.

Anggap saja baliho tersebut berhasil menaikan nama Puan Maharani di mata masyarakat. Namun muncul pertanyaan selanjutnya yakni, apa urgensi pemasngan baliho di tengah-tengah pandemi seperti ini mengingat banyak masyarakat yang kehilangan mata pencaharian mereka. Bukankah lebih baik dana pemasangan baliho dialihkan saja untuk membantu perekonomian karena biaya sewa pemasangan tentu tidak murah.

Mengutip dari situs detik.com elite partai PDIP yang mejeng di sekitar kawasan Lingkar Selatan, Kota Bandung. Harga untuk memasang satu baliho di sana berkisar Rp 15 juta hingga Rp 20 juta per bulannya. 

Selanjutnya mari kita telaah dalam sudut pandang psikologi. Pernah dengar istilah suka karena terbiasa atau witing tresno jalaran soko kulino? Dalam psikologi hal ini disebut dengan mere exposure effect alias efek paparan semata. Arinya, seseorang akan cenderung memilih sesuatu yang sudah familiar dengannya (sering dilihat). 

Penjelasan sederhana dari mere exposure effect ini adalah disaat kamu awalnya tidak menyukai sebuah lagu, namun jika lagu tersebut diputar berulang kali dan kamu terus mendengarkannya, kamu akan menjadi suka lagu tersebut.

Mungkin saja Puan Maharani ingin menciptakan efek tersebut dengan membobardir jalanan dengan baliho dirinya. Tidak peduli seberapa hebat program kerja pesaingnya nanti, kalau eksposurenya masih kalah kuat dengan Puan, kemungkinan besar dia akan kalah melawan beliau.

Entah apa tujuan sebenarnya yang jelas saat ini terjadi adalah baliho Kepak Sayap Kebhinekaan menjadi bahan olok-olok dan meme oleh netizen karena dianggap tidak ada urgensinya promosi diri di tengah pandemi. Berikut beberapa contoh hasil kreativitas netizen kita:

Maksud Tersembunyi Dibalik Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan Mili Puan Maharani

 

Maksud Tersembunyi Dibalik Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan Milik Puan Maharani


Maksud Tersembunyi Dibalik Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan Milik Puan Maharani


Kesdik Bayu
Kesdik Bayu Penulis yang masih magang

Posting Komentar untuk "Maksud Tersembunyi Dibalik Baliho Kepak Sayap Kebhinekaan Mili Puan Maharani"