-->

Sejarah Kelam Ir. Soekarno Sang Proklamator - Dosa Politik

Sisi gelap Ir. Soekarno. Kita semua tentu mengenal sang proklamator sebagai pahlawan nasional sekaligus presiden pertama bangsa Indonesia. Namun, apakah kita sudah mengenal Soekarno dengan baik, termasuk ke sisi buruknya sekalipun?

Sejarah kelam ir. soekarno

Tak bisa dipungkiri bahwa Soekarno memang punya andil besar dalam kemerdakaan bangsa kita. Perjuangannya menyatukan kekuatan demi melawan penjajah tentu bukan perkara mudah. Terlepas dari itu, Soekarno hanya manusia biasa, dirinya punya 'dosa' politik selama ia menjabat sebagai presiden.

Fakta sejarah kelam kepemimpinan Ir. Soekarno

Sisi kelam yang pertama. Ternyata Soekarno punya keterlibatan dalam romusha. Dirinya ikut ambil andil dalam 'merayu' dan 'mengorbankan' rakyat Indonesia untuk mengikuti romusha.
Ir. Soekarno dan romusha

Foto di atas adalah foto Soekarno yang digunakan oleh Jepang untuk melegitimasi atau dalam tanda kutip mempromosikan romusha.

Sebagai orang nomor satu kala itu, Soekarno punya pengaruh luar biasa kepada rakyat. Apa yang ia katakan dan perbuat, sebagian rakyat akan mengikutinya tanpa mempertanyakan hal lain.

Dalam buku berjudul Soekarno Penyambung Lidah Rakyat karya Cindy Adams, Soekarno melontarkan pernyataan yang mengejutkan:

"Sesungguhnya akulah yang mengirim mereka untuk kerja paksa. Ya, akulah orangnya. Aku menyuruh mereka berlayar menuju kematian. Ya, ya, ya, akulah orangnya. Aku membuat pernyataan untuk menyokong pengerahan romusha. Aku bergambar dekat Bogor dengan topi di kepala dan cangkul di tangan untuk menunjukkan betapa mudah dan enaknya menjadi seorang romusha..." Kata bung karno terang-terangan mengakui keterlibatannya dalam romusha.

Sisi kelam Soekarno selanjutnya adalah hubungannya dengan DN Aidit sang pimpinan PKI. 

Pada masa orde lama, Soekarno punya hubungan baik dengan Dipa Nusantara Aidit atau lebih dikenal dengan nama DN Aidit selaku pimpinan PKI. Sang presiden begitu memanjakan partai komunis yang satu ini. Hal itu karena gagasan soekarno yakni NASAKOM singkatan dari Nasionalis, Agama, dan Komunis. Sedangkan PKI menjadi sentra gagasan tersebut.

Soekarno dan DN Aidit

Pasca peristiwa G30S PKI, sikap soekarno pun masih abu-abu.

Sang presiden mengumumkan bahwa kekuasaan dan pemerintahan tetap dipegang oleh dirinya. Dan menganggap bahwa tragedi tersebut adalah hal biasa dalam revolusi. Hal ini menjadi titik balik bagi masyarakat untuk menilai kembali kepemimpinan Soekarno.

Kebencian terhadap PKI, Propaganda dan Sikap tidak jelas soekarno secara tidak langsung telah mengakibatkan Pembunuhan massal yang terjadi tahun 1966–1968. Nyawa jutaan simpatisan PKI melayang, tak peduli tentang keterlibatan mereka dalam peristiwa G30S.

Sisi gelap soekarno yang ketiga

Soe Hok Gie, mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia menulis kritikan pedas mengenai kepemimpinan dari Bung Karno dalam bukunya yang berjudul 'Catatan Seorang Demonstran'. Soe Hok Gie yang terkenal kritis, mengkritik kebijakan pemerintahan di bawah Presiden Soekarno. Dia menilai pemerintah membiarkan kondisi ekonomi Indonesia semakin terpuruk, namun para pejabat di pemerintahan malah berfoya-foya di istana seakan tidak terjadi apa-apa.

"Sebagai manusia saya kira saya senang pada Bung Karno, tetapi sebagai pemimpin, tidak!,” ucap Gie dalam buku tersebut.

Gie mengaku tidak suka dengan situasi di istana Presiden. Dia muak melihat sikap pembantu-pembantu presiden, seperti pengawal dan menterinya, yang suka menjilat atas. Ada juga gaya pakaian sekretaris Presiden Sukarno yang dia anggap terlalu ketat dan seksi.

Ada suatu ketika Senat Fakultas Sastra UI menerima surat dari Menteri Koordinator Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Profesor Prinojo yang dimana Fakultas diminta mengirimkan 20 orang mahasiswi untuk nonton wayang kulit di Istana semalam penuh. Hal itu sontak membuat Gie dan kawan-kawannya tersinggung, karena seolah Fakultas Sastra adalah pemasok wanita untuk konsumsi istana. Apalagi tidak ada permintaan untuk mengundang seorang pun mahasiswa.

Sisi gelap Soekarno yang ke empat

Soekarno adalah sosok yang hebat. Tapi apa dia hebat dalam segala hal? Tentu tidak.

Rezim Soekarno sibuk menggaungkan ideologi Nasakom beserta jargon politik lainnya. Dia membiarkan faksi-faksi di bawahnya bertikai dan memandang dirinya sebagai "dalang" yang menengahi dan mengendalikan semuanya.

Dia bahkan menganggap Indonesia sebagai negara yang terkuat, seakan bisa menantang seluruh dunia dengan keluar dari PBB dan membuat tandingannya Conefo.

Pada akhir masa jabatannya, soekarno mengangkat dirinya sebagai presiden seumur hidup. Tujuannya adalah menyatukan rakyat dan faksi yang terpecah belah akibat ulahnya sendiri.

Sisi gelap soekarno yang terakhir dan sudah banyak yang mengetahuinya adalah jumlah istrinya yang sangat banyak.

Sepanjang hidupnya, Soekarno menikah sebanyak 9 kali, 6 di antaranya cerai dan 3 bertahan hingga Soekarno wafat. Sebenarnya tidak ada yang tahu berapa jumlah total istri sang proklamator.

sisi gelap politik soekarno

Istri bung karno yang paling terkenal adalah fatmawati, karena dialah yang menjahit bendera merah putih. Kemudian disusul oleh Ratna sari dewi, wanita asal jepang ini diakui sebagai istri tercantik oleh netizen.

Nah, itulah sedikit data data mengenai sisi gelap soekarno dan sejarah kelam bangsa Indonesia.




LihatTutupKomentar